Tentang Tugas Akhir

12:02:00 PM

Gue sedang mengerjakan bab dua proposal gue sekarang, agak menyesal karena kenapa gue gak  serius ngerjainnya waktu mata kuliah pembuatan proposal dulu. Ada alasannya sih, gue takut judul gue ditolak dan pada akhirnya gue harus ngulang dari awal. Tapi untungnya, judul gue diterima, dan gue sedang berusaha merampung bab dua yang membikin mual itu. Gue jadi ingin segera semprof dan membuat buku anak-anak yang jadi produk di tesis gue.  Seperti biasa, kalau lagi ngerjain apa, gue jadi kepikiran apa, dan sekarang gue jadi kepikiran soal kenapa skripsi, tesis, dan disertasi itu ada kalau dilihat dari sisi yang lain. 
Berdasarkan pengalaman gue ngerjain skripsi dulu, gue dapat banyak pelajaran, bukan pelajaran soal ilmu pengetahuan atau apa, tapi lebih ke hidup sih. Kayak, gue jadi curiga kalau adanya tugas akhir itu diciptakan untuk mengasah mental mahasiswanya. Pada akhirnya skripsi kita tuh cuma berdebu di perpustakaan, syukur-syukur ada yang baca di digilib kampus atau masuk ke  jurnal ilmiah dan bisa dibaca banyak orang. Skripsi kita tuh mungkin berguna untuk orang lain, tapi gue tahu kalau dampaknya nggak besar. Misal gue dulu penelitian di satu kelas, berusaha nurunin perilaku mengganggu beberapa siswa, ya dampaknya cuma ke mereka aja. Tapi, kalau kita sadar, skripsi itu berdampak banyak ke kita selain lulus. Buat gue sih gitu, nggak tahu buat orang lain.
Gue mulai paham sama konsep hidup bukan lomba lari yang selama ini selalu gue tanamkan di otak gue tapi ya cuma teori doang. Waktu skripsian, gue sadar kalau hidup bukan lomba lari dan tiap orang punya lintasan dan rintangan yang beda itu benar.Ada yang bermasalah sama dosennya, ada yang bermasalah sama dirinya sendiri.  Gue lihat, ada teman gue yang dapat dosen sulit tapi dia rajin jadi bisa lulus tepat waktu. Ada juga teman gue yang malas dan dapat dosen enak dan lulusnya agak molor. Dari situ gue belajar bahwa skripsi kita memang bergantung sama dosen, tapi kita juga punya andil besar. Sama kayak hidup, Tuhan emang ngasih cobaan tapi balik lagi ke manusianya.
Sekarang, gue berusaha fokus sama tesis gue dan berusaha nggak banding-bandingin dengan teman gue. Gue percaya, banding-bandingin lintasan yang beda tuh nggak baik. Mungkin teman gue ada yang udah mau seminar, mungkin ada yang masih melungker di rumah, mungkin ada yang masih nyicil proposal kayak gue, gue nggak masalah. 
Pinterest.com

Dari skripsian dulu, gue belajar untuk nggak jadi pencemas. Btw, gue nulis ini pas gue lagi nggak cemas, jadi nggak tahu deh ntar gimana. Gue pengin, tesis kali ini gue lebih santai tapi berjalan lancar. Gue berusaha ngerjain apa yang harus gue kerjain sekarang dan nggak memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Kalau misal gue lagi ngerjain bab 2, ya gue harus fokus sama itu dan nggak memikirkan bab 3. Gue tahu, hidup harus mikir ke depan, visioner, tapi buat gue, memikirkan ke depan terlalu jauh dan berakhir mengabaikan apa yang harus gue kerjakan sekarang itu... nggak deh. Kalau terlalu memikirkan masa depan malah membuat masa sekarang gue berjalan tidak menyenangkan karena stres dan kecemasan, nggak, gue nggak mau kayak gitu lagi. Mungkin sebagian orang nggak sependapat dengan gue, karena banyak orang yang udah ngeset goal hidupnya jauh-jauh hari. Sayangnya, gue nggak suka berekspektasi. Biar gitu, gue tetap punya goal meski nggak sampai lima atau sepuluh tahun ke depan. Paling gak, awal tahun depan gue sudah sidang tesis dan lulus.
Gue sadar, nama dosbing yang keluar memang bukan yang gue tulis, tapi gue yakin, mereka akan memudahkan gue karena gue percaya Tuhan tahu yang terbaik buat gue.  Semoga gue bisa konsisten berusaha dan berdoa, semoga gue dimudahkan sama Allah, dan semoga gue bisa segera diwisuda.

Setelah gue baca, kayaknya tadi tuh bukan ini yang mau dibahasa, sayangnya gue lupa. >.<

You Might Also Like

0 komentar

Jangan ragu untuk berkomentar, kawan!

Total Tayangan Laman

Popular Posts

read my story

Ossy Firstan. Diberdayakan oleh Blogger.

Langganan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *