#FotoBercerita

Apa yang terjadi selama 2017 ini? [Ocehan mengorek ingatan]

Desember 31, 2017

Apa yang terjadi setahun ke belakang?

Kalau ditanya apa yang terjadi di tahun 2017, gue merasa agak-agak lupa. Seperti tidak ada sesuatu yang 'nendang' banget. Entah gue yang lupa, merasa semua hal adalah biasa aja, atau kurang bersyukur. Yang jelas kumerasa bersyukur masih bertahan hidup di dunia dengan segala gilanya dunia dan kecemasan-yang-selalu-menyebalkan. Akhir 2016 lalu, kutak membuat resolusi. Gue tidak begitu suka daftar resolusi karena berharap membuatku tertekan lebih kuat (di mana tanpa resolusi saja kusudah merasa cemas dan tertekan).
Sambil menulis posting ini, kuberencana berkontemplasi dan mencoba mengingat apa yang terjadi satu tahun ke belakang. Tidak ada tujuan khusus, blog memang tempatku berbincang dengan diri sendiri, dan kalau-kalau setelah menulis ini kubisa lebih bersyukur. 
Januari
Pergantian tahun dari Desember 2016 ke Januari 2017 dibuka dengan mengerjakan tugas (entah tugas apa) lalu sejenak 'ngacir' bersama Ajeng ke Solo Car Free Night. Awal tahun baru, gue mengecat rambut gue jadi hijau aquamarine. Gue suka banget warnanya, hanya saja gue tak bisa posting foto rambut itu disini wkwk.
Januari adalah pertama kalinya gue presentasi seminar internasional (prosiding) di Malang bersama Ajeng, Mbak Ulfa, dan Mbak Esty.
Dua hari setelah prosiding, tanggal 23 Januari pula gue pulang ke rumah meski nggak lama. Karena ada prosiding itulah gue menunda kepulangan, dari pada bolak-balik dan menghabiskan uang transport. 
Februari
Tidak ada yang menarik di Februari. Pertengahan Februari kukembali ke Solo. Ah, gue lupa. Di Februari, gue dan Pinyot iseng ikut lomba infografis learning disabilities dari UPH. Gue nyari konten dan buat infografiknya, Pinyot yang gambar. Alhamdulilah dapat juara pertama 😄 dan uang jajan.


Maret
Maret berjalan seperti biasa. Kuliah, pulang, baca novel, mengerjakan tugas, dan semacam itu. Akan tetapi, pertengahan Maret, kumengunjungi Museum Sangiran bersama Nau. 

Sebenarnya, ada hal cukup penting di bulan ini. Gue menerbitkan buku pertama bersama teman dekat. Sayangnya, gue tidak terlalu merasa senang ketika buku itu terbit. Ada perasaan 'ini bukan gue' yang membuat tidak nyaman dan merasa bersalah yang terus mengganggu ketika menulis dan saat buku itu selesai. Sehingga gue memutuskan menggunakan nama pena di buku itu. Menerbitkan buku adalah satu-satunya hal yang gue inginkan sebelum mati (setidaknya begitu pikiran naif gue waktu SMA). Akan tetapi, ketika buku itu terbit, gue merasa kosong. Seperti perasaan ketika lu mengingikan sesuatu, lu mendapatkan tetapi bukan itu yang lu harapkan. Kayak lu pengin banget sepatu A, lu beli online, sampai rumah sepatunya agak beda warnanya.
Tapi gue nggak menyesal. At least, gue dapat pelajaran untuk nggak impulsif menerima tawaran. Setidaknya gue dan teman gue pernah menulis dan menerbitkan buku bersama.

April
Next, April. April dikisruhi dengan tugas dan tugas. Gue memutuskan untuk melanjutkan nulis 45 Months, yang idenya lahir di Desember 2016 tapi baru gue tulis April.
Cover awal 45 months waktu gue publish di Wattpad dan Storial


Mei
Sama, Mei masih direcoki oleh tugas kuliah dan pengumuman dosen pembimbing tesis yang membuat gue jadi jumpalitan karena nama yang gue masukkan gaada yang keluar dan yang muncul di luar dugaan. Mei juga dimulai dengan puasa. Kalau puasa sebelumnya gue total di rumah, atau gue pernah puasa di kost sebentar lalu di tempat KKN, sekarang hampir 80% puasa gue di rumah. Menu sahur gue, nggak jauh dari oat, kentang rebus, kentang goreng, roti tawar dan telur.
salah satu foto menu sahur gue


Juni
Gue betul-betul puasa di kost sampai ditanyain Pak Kost kapan pulang karena ada dosen yang undar-undur jadwal. Gue bolak-balik tuker tanggal tiket kereta dan itu bikin gue agak puyeng. Tapi akhirnya gue pulang naik kereta H-3 lebaran. Untungnya karena naik kereta, gue kagak kena macet. Dan mungkin ini naik kereta Krakatau terakhir gue karena sekarang dihapus.
kapal yang ramai akibat mudik lebaran


Juli
Di kompleks candi Muaro Jambi.
Belasan Juli gue ke Palembang dan Jambi sama keluarga. Adek gue, Obith, kebetulan diterima di Unsri dan harus ngurus segala keribetan sebagai mahasiswa baru. Karenanya, Pap memutuskan untuk cuti dan kita pergi ke Palembang belasan Juli. Dari Palembang ke Jambi, nengok Kakek gue yang sakit, jalan-jalan cuma sehari dan balik lagi ke Palembang. Yang gue inget adalah gue dicakar kucing di sebuah SPBU waktu mau kasih kucing makanan. Waktu gue nyuci darah, dan dipencet-pencet Mam, gue mual dan ngerasa nyeri. Lalu terjadilah black-out pertama gue (dan semoga terakhir).

Agustus
Agustus adalah bulan kehilangan. Tiga ekor kucing jantan gue meninggal. Gue pernah nulis itu di sini . Gue sedih, mereka kesayangan gue.

Awal Agustus juga gue balik ke Solo. Agustus adalah waktu pertama gue mengajukan judul tesis ke dosen yang untungnya diterima.Selanjutnya diisi dengan kegiatan ngerjain Bab 1 tesis, konsul, dan revisian. Dan akhir Agustus pula gue pulang ke rumah untuk lebaran Idul Adha. Agustus memang meletus.



September

 Awal September adalah Idul Adha dan gue senang karena ini Idul Adha bareng keluarga setelah sejak 2012 gue selalu Idul Adha di Solo, sendiri.September diisi dengan melanjutkan ngerjain Bab II  dan menyelesaikan draft 45 months. Berdasarkan catatan, gue menamatkan 45 Months di 9 September. Selanjutnya, hidup gue kembali diisi dengan urusan kuliah.

Oktober
Yang gue ingat dari Oktober adalah, gue seminar proposal tesis di 12 Oktober. 

November
November adalah bulan hectic. Dimulai dari nguras surat izin penelitian yang agak drama (surat di TU hilang padahal sudah ditunggu seminggu jadi buat lagi, bolak-balik ke kantor pemerintahan untuk urus izin dan ngabisin saldo Go-Jek). Lanjut uji coba instrumen di sekolah, ngebut untuk ikut prosiding tanggal 25 November (karena sebelumnya belum niat ikut tapi di h-7 pengumpulan abstraks berniat ikut) , dan penelitian awal di 3 sekolah selama 3 hari dengan terengah-engah karena minggu besoknya anak SD udah ujian. Gue juga mulai mengedit naskah 45 Months.

Akhir November gue memutuskan pulang. Tetapi perjalanan pulang gue gak mulus kayak biasanya. Gue batal pulang hari Senin karena hujan mengguyur Solo tanpa henti 24 jam. Juga keribetan menitipkan kucing gue. Gue akhirnya pulang Rabu sore dengan bus. Di mana malamnya, bus gue yang sedang berhenti di tol, ditabrak truk yang supirnya ngantuk dari belakang. Tetapi nggak apa-apa. Gue naik ke bus lain yang jalan di belakang bus gue (masih satu perusahaan). 
Kapal yang gue naiki
Sayangnya, gue pulang (29-30/11) ketika siklon Dahlia datang. Perjalanan Merak-Bakauheni yang cuma 2 jam, mendadak jadi 5 jam. Siklon Dahlia bikin kapal laut terombang-ambing, miring-miring kayak di film Titanic, gue udah ngeliatin pelampung aja takut ada apa-apa. Kapal yang segitu besar dan miring-miring bikin gue mual dan muntah, gitu juga teman sebus gue yang bolak-balik toilet untuk melakukan hal sama.
November emang roller coaster.


Desember

Desember gue di rumah. Gue mengolah data awal penelitian. Gue membaca novel. Gue nulis artikel jurnal (dan ditolak). Gue main dengan kucing, dan gue merasa kurang produktif.  Mungkin karena Desember keluarga gue juga pada libur, dan gue kurang suka ngerjain ketika rumah ramai atau adik gue mondar-mandir. Rasanya beda banget dengan produktivitas gue waktu pulang pas Idul Adha dan ngerjain Bab II bareng nulis 45. Mungkin karena tulisan fiksi yang gue  tulis pun berjalan kayak siput dan busuk.
Tapi ada hal menyenangkan di Desember, tanggal 21 Desember lalu, sebuah pesan di email masuk dari seorang editor. Naskah 24 yang gue kirimkan diterima untuk diterbitkan.  Naskah 24 pernah gue kirimkan ke sebuah penerbit awal tahun 2017, tetapi tidak ada kabar hingga gue kirimkan ke penerbit lain di Juni 2017.
Membuat gue senang, cemas, dan deg-degan.


Ternyata, banyak hal yang terjadi. Hanya 2017 mungkin saja adalah tahun proses. Tahun memulai ngerjain tesis, tahun menulis naskah 45 Months dan mengeditnya, dan mendapat kabar naskah 24 (yang sebenarnya selesai di November 2016) diterima. Gue perlu bersyukur karena gue sudah menjalani. Entah berapa persen dalam satu tahun gue merasa cemas, takut, selalu ingin segera 'pergi' dan kabur. Perasaan yang masih sering hinggap tanpa diundang.

Gue juga senang karena tahun ini gue bisa baca agak banyak buku. Gue cuma menargetkan 30 buku  di Goodreads tetapi ternyata bisa baca 132 buku. Satu-satunya target gue tahun 2017 (kalau bisa dibilang resolusi/target) hanyalah mengisi goals. Tentu saja ini berkat Scoop Premium (baik gratisan atau patungan), iJak, iPusnas, dan secondhand books.


Gue tidak membuat wishlist khusus untuk 2018. Gue hanya berharap bisa hidup dengan tenang dan minim cemas, lebih produktif, lebih banyak membaca, menulis, dan menonton film. Juga, apa yang gue tulis, baik akademik maupun novel fiksi, bisa terbit dengan lancar. Gue ingin segera lulus biar meminimalkan pengeluaran keluarga gue. Itu saja.

#FotoBercerita

Yuk ke Lapak Buku Bekas Gladag Solo !

Maret 19, 2017

Gue udah lama sebenarnya mau buat ini, tapi selalu  mikir, ntar-ntar aja. Dan... akhirnya gue menulisnya sekarang. Judulnya adalah tempat-tempat yang akan gue rindukan kalau gue udah enggak di Solo lagi. Di mana setelah lulus gue enggak tahu gue akan ke mana dan bukan itu yang akan diperbincangkan kali ini.

Dan tempat yang paling gue sukai di Solo adalah ... Taman Buku Bekas Gladag. Ada yang menyebutnya Lapak Bekas Gladag, Lapak Bekas Alun-Alun Utara, Lapak Bekas Klewer, tapi kalau di plangnya sih, tertulis Taman Buku dan Majalah Alun-alun Kraton Surakarta.


Gue tahu tempat ini dari Pinyot dan pertama kali ke tempat ini adalah semester satu, menuju akhir tahun 2012-an. Dan semenjak itu, gue hampir tidak pernah membeli buku baru di Gramedia, kecuali Gramedia diskon 5000-an/10000-an, atau waktu-waktu tertentu ketika gue benar-benar ingin buku itu.

Lapak buku bekas gladag ini ada di gladag atau alun-alun utara. Lapaknya menghadap ke lapangan alun-alun yang sekarang jadi tempat klewer sementara. Tempat ini mudah kok untuk disambangi. Kalau gue biasa dari kampus UNS, biasanya naik BST koridor satu dan turun di halte Bank Danamon. Kalau dari arah Jl. Slamet Riyadi, misal dari St.Purwosari, bisa turun di halte depan gereja dekat patung Slamet Riyadi. Untuk ke alun-alun utara, tinggal jalan ke jalan yang menuju arah Keraton/Klewer. Jalan yang pas di sebelah PGS. Nah, dari situ belok ke kanan. Ke tempat yang banyak jual kacamata-kacamatanya. Terus... keliatan deh plangnya. Jujur, gue baru tahu kalau ada plang itu. Padahal, hampir tiap semester gue ke sana tapi gue baru tahu plang itu di tahun 2017 padahal dibuat sama anak FISIP UNS, tahun 2012.

Kalau enggak salah hitung, di sana ada sekitar sepuluhan lapak buku bekas. Enggak banyak memang, tapi lumayanlah. 
Sayangnya, waktu gue ke sana hari Minggu dan tumben banget banyak toko yang tutup. Padahal biasanya tuh semua buka. 
tokonya beberapa tutup :(
Gue dan Pinyot paling sering ke toko yang paling depan dan sebelah kiri. Yang jaga namanya Om Bambang tapi sekarang udah bukan dia lagi, tapi saudaranya yang gue belum tanya lagi namanya siapa.
toko langganan gue dan pinyot
Kalau enggak salah, bapak ini juga yang punya toko di belakang yang di cat merah muda rak-raknya, begitu menggemaskan.
Lapak bekas Gladak ini mungkin enggak seterkenal lapak buku bekas di belakang stadion Sriwedari. Tapi, buat gue dan Pinyot, kita lebih suka di sini. Mungkin karena di sini tuh, lebih banyak buku fiksi yang dijual dan juga majalah-majalah. Gue kan biasanya beli novel atau buku anak-anak. Ada sih beberapa buku non fiksi, tetapi kebanyakan mereka memang jual novel, komik, dan majalah. Ada juga yang jual kaset jadul kayak di tokonya Om Bambang. 
siap diacak-acak

kata bapaknya itu kertas cerutu 
Bahkan kemarin, ada bapak-bapak yang nunjukin gambaran mainan anak SD zaman dulu dan kertas cerutu. Mungkin kalau dijual lumayan mahal. Selain itu, di sini gue merasa lebih bebas untuk ‘ngacak-ngacak’ waktu nyari buku daripada di belakang sriwedari, mungkin karena tempatnya memang membuka akses seluasnya untuk masuk. Atau mungkin juga karena gue jarang ke belakang Sriwedari, jadi ngerasa canggung dan di situ juga lebih banyak buku sekolah dan pelajaran. Jadi, kalau lu mau nyari fiksi, mending ke gladag tapi kalau mau nonfiksi silakan ke lapak belakang sriwedari.

Nah, soal harga, menurut gue sih, ya... lumayan untuk kantong mahasiswa yang pengin punya buku asli dengan harga murah. Ada beberapa pedagang yang menjual buku bajakan meski cuma satu-dua tumpuk. Biasanya yang dibajak adalah buku-buku best seller. Ciri buku bajakan adalah biasanya dia berplastik, terus dalamnya kertas buram gitu dan mereka menjual dengan harga murah. Tapi enggak disarankan ya, udah gitu gue pernah nyoba beli sekali dan sekali baca, bukunya rusak karena lepas semua gitu. Jadi mending beli yang asli-asli aja.
ini sih buku asli

Komik-komik biasanya dijual 2500-5000, tergantung tebal. Iya, di sini tuh mereka lebih sering melihat tebal buku daripada judul buku. Untuk novel, yang tipis ada yang 5000 sih, tapi kebanyakan 10.000-15.000, tetapi kalau dia udah tebal gitu, bisa di atasnya. Misalnya nih, dulu gue membeli novel-novel metropop dan Gagasmedia, dengan kondisi licin-licin, kalau enggak salah 100 ribu, gue dapat 8 atau 9 gitu. Waktu itu kayaknya gue beli Marriageable, Antalogi Rasa dsb. Kalau buku anak-anak, mulai dari 3000an sampai 20-an. Ah, ya, gue pernah beli Psikologi Abnormalnya Nevid, cuma 15k. Jadi, buat gue sih, tempat ini surga deh.
entah berapa usianya buku ini
Tadi gue enggak beli banyak buku karena masih ada beberapa hasil berburu cuci gudang gramed di Jogja yang belum dibaca.  Udah gitu, sekarang ada iJak, jadi cukuplah membantu gue dalam membaca murah tapi enggak baca bajakan. Gue cuma beli dua buku titipan teman gue dan dua buku yang gue beli random. Teman gue nitip Harry Potter ke-7, ada empat sih, gue pengin juga biarpun udah baca, tapi mungkin lain kali. HP7-nya masih sangat mulus meski sudah menguning dan itu hard-cover, dihargai 50k. Terus bukunya Stephen King, yang Lisey’s Story, 25k, masih mulus juga. Terus gue iseng beli bukunya Karla M. Nashar dan Tia Widiana yang Mahogany Hill, katanya sih bagus, dua buku itu masing-masing 15k. Kalau beli banyak, boleh kok nawar. Di sini ada juga buku-buku tua dengan bahasa yang enggak gue ngerti atau bahasa belanda/jerman, misalnya. Tapi, gue lupa untuk memotretnya.
yang gue beli kemarin
Di depan lapak bekas ini juga ada tempat benerin sepatu dan jual sepatu bekas. 



Oiya, lapak ini buka dari pagi. Jadi kalau kalian datang jam 9, kebanyakan udah mulai buka. Terus untuk tutup biasanya sih sorean gitu.
Sekian, semoga ocehan gue kali ini ada manfaatnya.


See you!

#JustWrite

...bagaimalah aku

Juli 16, 2016

...bagaimanalah aku ini, menanti malam dengan riang, mendengar irama berpesta pora sampai waktu berlalu dan hari berganti. Kemudian ketakutan sendiri. Hidup terlalu rumit untuk dipikirkan. Sedangkan akan terlalu bodoh jika dibiarkan berjalan tanpa harapan dan tujuan.
 ...bagaimalah aku esok adalah akibat darimana aku kini. Sedang makin hari aku makin gamang. Dan dunia serupa hutan yang makin liar makin kejam. Aku mungkin tersesat hingga menunggu waktu serigala menyantapku.
...bagaimanalah segala pertanyaan yang berkecamuk di benak aku koarkan? Sedangkan tangan tak jua mau digerakkan?
aku dan bagaimana aku
bagaimana aku dan
aku?
bagaimana?
 

#JustWrite

Konspirasi Menjatuhkan Kopi (Opini bergandeng dengan fiksi)

Januari 27, 2016

Ini hanyalah tulisan yang memandang suatu kejadian dari sudut pandang kopi. Terinspirasi kejadian nyata namun sudah jadi fiksi. Hanya canda, bukan sesuatu yang serius sesungguhnya.


Perhatikan. 

 Beberapa waktu yang lalu, sebuah mobil mewah menyeruduk warung kopi.
Disusul sebuah pembunuhan berencana dimana racun mematikan tercampur dalam segelas kopi.
Dan... sebuah bom di  kedai kopi papan atas.

Ketiganya memuat hal yang sama, kopi.
Warung kopi kecil ditabrak. Minum kopi, mati. Mau kongkow di kedai kopi terkenal, di bom. Semua merujuk ke arah yang sama. Bahwa kopi ada di setiap kejadian itu. Ada apa dengan kopi?
Tidak ada yang membahas bahwa mungkin saja pamor kopi sedang dijatuhkan. Kopi sedang di atas awan. Para pecinta kopi dan pengaku pecinta kopi menjamur. Sudah tidak tahu lagi, mana yang pecinta mana yang hanya ingin memenuhi instagram atau social media lain dengan foto segelas kopi. Bisnis kedai kopi sedang menjanjikan. Dari warung bambu sampai kedai di lantai entah berapa. Tak terkecuali kopi hitam bagi pecandu. Dan kopi mainan yang menjamur dengan bungkus warna-warni. Sudah tidak tahu lagi, sebenarnya berapa persen kopi di bungkus kopi mainan itu. Tapi, itu tetap kopi. Kedai kopi menjanjikan. Barista dilirik jadi pekerjaan. Dan menu-menu terkait kopi mulai beragam. Dengan nama-nama yang kadang sudah tidak ada lagi kata kopinya.
Kopi memang disukai. Candunya bikin nggak bisa berhenti. Aromanya selalu memanggil. Dan pekatnya, pahitnya, dan filosofinya tidak bisa terbantahkan.

Ini bukan benci. Biasa saja. Tapi kopi saat ini sedang melirik jengah ke arah teh. Teh adalah saingan kopi. Kopi bisa berdansa dengan gula. Bisa berpeluk mesra dengan coklat. Bisa menari dengan susu. Tapi kopi enggan dengan teh. Dan teh, bisa jadi benci kopi.
Adalah teh yang berusaha menjatuhkan kopi. Sebab teh iri. Jumlah kedai kopi berpuluh kali lipat daripada kedai teh. Sebab Tea Time malah digunakan untuk coffee time. Sebab teh kemasan hanya itu-itu saja. Tidak bungkus warna-warni. Mungkin ada, tapi sedikit. Sedikit sekali. Teh iri. Maka teh bersekongkol dengan mobil mewah itu. Namun, pencinta kopi masih menyeruput kopi tiap pagi.
Teh tertawa saat sianida itu ada di segelas kopi. Menjadikan seseorang berpulang ke Tuhan. Menggemparkan halaman depan koran. Nama kopi disebut. Spekulasi keracunan kopi membumbung.  Keburukan kopi diangkat. Teh terbahak.
Namun, pecinta kopi tetap ngopi. Teh bergabung dengan teroris. Yang ledakkan bom di kedai kopi papan atas. Setelah gagal menyasar pecinta kopi kelas menengah ke bawah. Sayangnya, penjual sate lebih pamor. Outfit Polisi lebih kondang. Dan tentara jajan lebih terkenal. Kopi tidak disinggung sama sekali.

Teh sedang bergelung dalam duka akan kegagalan menjatuhkan kopi. Ia menangis. Teh melupakan satu hal, bahwa mau bagaimanapun pecinta kopi adalah orang-orang yang setia. Setia pada tiap teguk kopi di setiap harinya.


*

Well, ini adalah pikiran yang sebenarnya sudah lama saya pikirkan. Hanya mainan. Tidak bermaksud menjatuhkan teh. Saya juga suka kok teh, kadang. Seharusnya menyiapkan intervensi besok. Tapi tidak tahan menulisnya. >.<

#JustWrite

Sudah Tepatkah ?

Maret 19, 2015

Selama ini saya sering bertanya pada saya sendiri. Bukan, saya tidak gila sampai bertanya ke diri sendiri. Tapi saya memang lebih sering bertanya dan menganalisa tentang semua hal yang saya alami. Sampai saya sering tidak dapat tidur sebab otak saya terus berpikir berbagai macam.

Saya sering bertanya, "Sudah tepatkah pilihan saya saat ini?". Saya batasi lagi menjadi, "Sudah tepatkah pilihan jurusan kuliah saya saat ini?". 
Saya bertanya begitu sebab kadang saya ingin mencoba kuliah di jurusan lain. Mama, maafkan saya. Ini hanya sebatas keinginan semata, saya janji tidak akan mengecewakan kalian. Saya berpikir begitu sebab kadang saya sering membayangkan 'bagaimana jika'. Bagaimana jika saya kuliah di universitas X, bagaimana jika dulu saya berani mengambil jurusan K, bagaimana rasanya kuliah di jurusan P, apakah kuliah di jurusan S akan semenyenangkan yang saya pikirkan?  dan bagaimana-bagaimana lain yang membuat saya berpikir bahwa sebaiknya saya berhenti memikirkan itu. Waktu tak dapat diputar bukan ? Dan mungkin Tuhan memang ingin saya di situasi ini. Lagipula ini keinginan saya dahulu, meski kadang saya menyesal keinginan itu didasarkan hanya karena ingin dan penasaran.

Sudah tepat atau belum saya masih belum bisa menjawab. Tapi mungkin saja, mungkin tepat. Sebab saya percaya pada Tuhan dan takdirnya. Dan bersyukur itu perlu. Saya tahu, seperti halnya ketika saya menginginkan jurusan lain, ada orang lain yang ingin berada di jurusan saya sekarang.
Semoga Tuhan makin memperjelas kemana saya harus melangkah setelah lulus. Seperti apakah keinginan untuk mendamparkan diri setahun di daerah terpencil sudah tepat, apakah saya bisa menjadi guru yang menyenangkan, atau ada pekerjaan lain yang berhubungan dengan hal yang sukai tapi masih berhubungan dengan jurusan saat ini.

Selamat malam. Terima kasih.

#JustWrite

Terkadang kita hanya perlu didengar...

Maret 16, 2015

Saya meninggalkan jurnal-jurnal yang memusingkan ketika sebaris judul itu membumbung di otak saya. Bahwa terkadang yang kita perlukan hanya 'didengarkan'. Saya katakan kita sebab saya yakin segelintir orang merasakannya. Kadang ketika kita bercerita panjang lebar tentang masalah kita, yang kita butuhkan bukan solusi. Adakalanya dimana kita sudah tahu bagaimana mengatasi masalah kita, namun kita memutuskan untuk bercerita. Kita tidak terlalu peduli bagaimana tanggapan pendengar kita, kita tak peduli ia akan memberi solusi atau tidak, kita tidak peduli jika ia memberi solusi akan kita laksanakan atau tidak. Kadang yang kita inginkan hanyalah didengarkan. Didengarkan lebih dalam. Yang mendengarkan cerita kita itu diam, menyimak cerita sampai akhir, tidak menyela, atau kalaupun menyela, itu mengacu reaksi tertariknya.
Saya tahu tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Ada orang-orang yang gemar bercerita, dan ada orang-orang yang gemar mendengar. Mungkin saya lebih suka mendengar orang cerita sebenarnya, tapi ada waktu dimana saya juga butuh tempat untuk didengar. Kita memang tidak bisa memaksa orang lain untuk mendengar cerita kita dengan khidmat, tapi saya yakin, setiap dari kita punya pendengar setia. Mama kita misalnya.
Saya tahu, terkadang kita hanya perlu didengar. Dan saya, akan selalu belajar menjadi pendengar yang baik. Berceritalah, saya senang mendengarnya.

#JustWrite

Tentang Iri

Februari 27, 2015

Iri pada dasarnya hanyalah gabungan dua huruf yang salah satunya ada dua. 
Iri adalah sebuah perasaan janggal yang kamu rasa ketika melihat orang lain bahagia.
Iri sebenarnya bentuk pelampiasan hatiku sebab kamu belum mampu seperti itu.
Iri kadang berarti tak senang dengan apa yang orang miliki
Iri kadang berarti kamu ingin seperti itu
Iri kadang membuatmu rendah diri
Iri pun tak jarang membuatmu jahat tak karuan
Iri adalah awal atau lanjutan dari kegiatan dari membanding-bandingkan
Iri tak jarang menjadi awal benci
Iri sering sebabkan pertikaian hingga mati
Maka berhati-hatilah kawan
Meski kadang iri memotivasimu untuk menjadi atau mendapatkan seperti yang kamu irikan

#JustWrite

berjalan,berputar,berpisah,berganti

Desember 01, 2014

Hidup berjalan, seperti jarum jam yang terus berputar,  bersamaan dengan robekan kalender harian. Waktu merubah kita, meski tidak semuanya. Aku selalu sadar perpisahan adalah pasti ketika pertemuan telah terjadi. Maka aku siap dengan sebuah perpisahan kala kita semua lulus dari bangku SMA. Bahwa kita akan menjadi teman, selalu. Meski mungkin pertemanan tidak seerat dulu, aku paham itu. Sebagian dari kita tetap berteman dan terikat kuat, sebagian mengendur, sebagian sekadar sapa dan sebagian lain hilang jejak tinggal nama.Aku tahu tidak ada mantan teman, waktu yang memudarkan bersama jarak yang terentang dan situasi yang berganti.

Sekarang sudah semester lima, maka sesungguhnya aku pun harus mempersiapkan segala perpisahan dengan mereka yang menjadi teman-temanku sekarang. Menyimpan segala kenangan di dalam kotak memori yang akan tersimpan rapi. Doakan otakku punya ingatan jangka panjang yang terentang luas, hingga suatu hari kita bertemu lagi, tak ada kerutan di dahi karena merasa pernah kenal atau melupakan namamu. Pada akhirnya, mereka yang berkesanlah yang akan tercatat tebal oleh sistem limbikku.

Waktu berjalan, aku makin tua. Entah bagaimana dengan kedewasaan. Sebab aku tak ingin menjadi tua, sebab aku ingin selalu berjiwa muda, sebab aku... ah sudahlah. Waktu berjalan dan aku masih memancang segala mimpi tinggi-tinggi. Meski kini kutahu, semakin usia bertambah semakin memudar kepercayaanku pada mimipi-mimpiku. Tumbuh dewasa seperti membuka realita-realita, tapi kucoba tak peduli. Sebab tanpa mimpi lebih baik aku mati. Surga masuk dalam daftar mimpiku.

Usiaku bertambah. Sebagian temanku mulai meributkan memasukkan orang lain berjenis kelamin berbeda ke hati, otak, pikiran bahkan ke buku berwarna hijau. Tapi aku tak peduli dan tak mau peduli. Kadang aku berpikiran sebaiknya aku sendirian dan tak perlu hidup lama-lama. Hahaha

Sudah semester lima ya? Sebentar lagi kehidupan sebenarnya bernama KKN, PPL dan Skripsi akan menghadang. Kuharap aku menjalaninya dengan lancar bebas hambatan. Aku ingin segera lulus, kalau perlu sebelum usia 22 melambai padaku. Aku ingin usiaku tetap, meski usia 20 terlihat mengerikan olehku, tapi aku ingin usiaku tak bertambah saja. Lalu aku melakukan segala hal yang ingin kulakukan, jika sudah tercapai, aku mengikhlaskan waktu berjalan kembali. Oh ini khayalan apa lagi Ci? -.-

Selanjutnya kehidupan sebenarnya datang. Kuusahakan mempersiapkan diri. Menyambut segala dunia orang dewasa yang aku tak suka. Aku merasa sedikit gagal move on dari dunia anak-anak, well 20 tahun masih masuk masa remaja akhir kan kata Harlock? Tapi kupikir masih bergumul di pikiran kekanak-kanakan lebih baik daripada mereka yang sok dewasa dan berkoar-koar gagal move on dari laki-laki yang mereka sebut sebagai mantan.

Oh sudah malam, sebenarnya apa sih yang aku ocehkan?




#JustWrite

Selamat Hari Guru

November 25, 2014

Sebenarnya ingin saya buat judulnya Selamat Hari Guru, dan Saya Sedang Memantapkan Hati menjadi Guru. Tapi kok ya judul itu panjang sekali.

Seharusnya saya melanjutkan belajar pengembangan kreativitas, tapi saya malas. Saya ingin mengeluarkan yang ada di pikiran saya disini. Agar saya lega, lalu teori 4 P itu mudah saya cerna.

Selamat hari guru untuk Mama.
Selamat hari guru untuk semua guru saya dari TK sampai dosen saya sekarang.
Selamat hari guru untuk manusia, tumbuhan, binatang, segala alam semesta yang pernah memberikan saya pelajaran hidup.
Semuanya, saya ucapkan terimakasih.

Selamat hari guru. Dan saya masih terus berusaha meyakinkan diri bahwa saya akan jadi guru. Dan opsi lain adalah menjadi seseorang yang bekerja di dunai ABK. Dan menulis sehancur apapun, itu tetap bagian dari hidup saya.

Saya tahu, memilih PLB adalah bagian dari keisengan dengan penuh keyakinan di masa SMA yang penuh kelabilan. Tapi itu pilihan saya, dan Tuhan menyetujuinya, artinya, saya ditakdirkan melewati tahapan menjadi guru dengan sekolah guru.

Selamat Hari Guru, jika memang guru takdir saya, saya akan berupaya ikhlas menjalaninya.


#JustWrite

Kebiasaan aneh

Juni 01, 2014

Saya punya kebiasaan, setiap menerima sms dari orang yang saya kenal , ketika membacanya saya selalu membayangkan orang itu sedang bicara langsung ke saya bahkan seolah-olah telinga saya mendengar ucapannya. Entah orang lain begitu tidak,tapi saya begitu.
Dan negatifnya dari kebiasaan ini adalah orang-orang dengan suara yang saya kurang suka ( misal dia suka ketus,ngomongnya dibuat-buat dan lainnya) mendadak bisa menurunkan keinginan saya untuk membalasnya.
Lebih-lebih kalau imajinasi saya memunculkan wajah mereka, misal orang yang suka ngomong dimanja-manjain, maka makin malaslah saya.

Tapi saya selalu berusaha selalu membalas pesan yang masuk, jadi biasanya setelah kesal dengan imajinasi yang saya buat sendiri itu saya akan meletakkan ponsel sebentar. Lalu membalasnya.
Karena orang tanya kok nggak dijawab ( walaupun kalau saya gak tahu saya bilang nggak tahu) rasanya gimana.

Sudahlah

#DidYouKnow

Did You Know ? #1

Oktober 21, 2013


  • Did You Know?
  • kompulsif obsesif atau Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah suatu gangguan kecemasan yang menyebabkan penderita mengalami obsesi/ pikiran  berulang. Contohnya Mencuci tangan terus menerus untuk menghilangkan kotor, kuman ataupun infeksi.

  • Sebagian besar anak dengan down syndrome terlahir dari ibu yang berusia lebih dari 35 tahun.

  • Adam Levine ( vokalis Maroon 5) menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), yang membuatnya tak bisa diam dan duduk tenang, meletup-letup dan suka membuat keributan

  • Kemampuan pendengaran manusia akan menurun ketika ia makan berlebihan

  • Membaca membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer.

  • Satoshi Tajiri kreator Pokeman adalah pengidap Autis

  • Dwarfism (cebol) diakibatkan gangguan pada fungsi hormon pertumbuhan sedang Kretinisme akibat kurangnya hormon tiroid dalam tubuh

  • Pabrik/manufaktur Mattel (boneka Barbie USA) hanya ada 2 di dunia. Pabrik pertama berada di China dan lainnya di, Cikarang, Jawa Barat

#JustWrite

Opioci Garage Sale

Juli 05, 2013

Hallo!

Kali ini aku mau sedikit cerita tentang bisnis kecil-kecilan yang aku rintis sama temenku
sebut aja Opie
Berhubung suka baca, jadi yang kite jual adalah buku bekas..

Nama lapak kite opioci garage sale
Namanya diambil dari nama opie dan aku ossy yang di edit dikit jadi oci. dan garage sale itu yah intinya mah jualan buku bekas ajah. Tapi kata opie, kemungkinan nggak jual buku bekas aja, karena dia berniat menjual baju-bajunya juga di website itu.

Karena baru mulai, maka kami baru menjual 15 novel , apa aja? Cek Disini
 free ongkir untuk pembelian minimum 200.000 ( khusus daerah jawa) dan untuk pembelian minimal 100.000 free sampul


Ya, gitu

#JustWrite

list artikel di blog spedaku

Mei 12, 2013

spedaku sebenarnya adalah blog yang dibuat di bulan September lalu. Itu adalah hasilku mengerjakan tugas membuat blog yang berisi tentang perkuliahan.
Awalnya, blog itu bernama ossyfirst-plbuns2012.blogspot.com dan baru kuganti kemarin menjadi akudanspedu.blogspot.com karena nama blog sebelumnya kurasa begitu panjang sehingga sulit dihapal.
Awalnya aku ingin menggantinya menjadi spedaku -specialeducation dan aku ,campur-campur deh tuh bahasa- tapi mungkin sudah ada yang namanya itu jadi blogger enggak mau.
Nah, diisi aku mau berbagi artikel yang kutulis di spedaku. -rencanaku tiap beberapa waktu sekali kedua blog ini akan saling berbagi -
 Rencananya blog ini akan kutulis apa saja, dan Spedaku (dengan judul BATUTRET a.k.a baca tulis potret) akan berisi tentang special education dan cerita perkuliahan.
Ini artikel yang bisa dinikmati :
bunga di SLBN Surakarta
april-dan-resume-jurnal-part 2.
April dan resume jurnal #part 1
bina wicara
Intervensi dan Stimulasi Vestibularis atau Kesimbangan 
Stimulasi dan Intervensi Motorik Kasar untuk anak agar cepat berjalan
Kriteria Penggolongan Keterlambatan Berjalan
kenapa-ya-kok-enggak-jalan-jalan
Klasifikasi Tunagrahita , cuilan lain
Pola Perkembangan Fisik Selama Masa Bayi
Secuil tentang Tunagrahita
Diskalkulia
untuk posting lebih lama buka saja  KLIK INI

#JustWrite

Antara

Mei 11, 2013

Tentang antara,
antara puji dan hina
 kau puji hingga mati wangi tanah basah ini
lalu kau sedih,
dan
kau hujam penuh makian bedebah tanah hujan ini
Wangi menentramkan ,pujianmu
Becek,keparat, bedebah kau tanah, makimu

Masih tentang antara
antara daun hijau dan yang kecoklatan
daun ini segar, bergairah, aku tenang menatapnya, pujimu
daun buruk rupa,tua, sampah! makimu

baiklah,
ini tentang antara
antara kau yang hanya suka KEINDAHAN
antara kau yang LUPA daun COKLAT pernah HIJAU juga
dan antara Kau yang ingin ku puji atau ku caci maki!


May, 11 2013
12:07

apa saja

istilah-istilah dalam fashion

April 09, 2012

Aku nemu istilah-istilah ini ketika membuka sebuah situs yang maaf aku lupa
untuk yang buta istilah sepertiku, semoga ini menambah pengetahuan..

Attache case : Tas kantor berbentuk boks. Tas ini bisa dibuka lebar. Biasa digunakan untuk menyimpan dokumen, tempat pena, kaca mata, agenda dan sebagainya.

Band collar : Model kerah tanpa kelepak, biasa disebut kerah Nehru.

Bandana : Kain pengikat kepala atau leher yang biasa dipakai untuk kegiatan out door.

Belt loops : Tempat untuk memasukkan ikat pinggang pada ban pinggang.

Black tie : Setelan jas dan pantalon hitam dengan dasi kupu-kupu.

Blazer : Jas kasual.

Bot (boots) : Sepatu yang tingginya menutupi mata kaki.

Boxer : Celana dalam pria dengan model seperti celana petinju.

Braid : Garis vertikal pada kedua sisi pipa pantalon black tie atau tails coat.

Button-down collar :

apa saja

istilah-istilah dalam internet

November 12, 2010

Istilah-istilah dalam Internet

1. Attachment :
alat pelengkap, penempelan, adhesi, yang banyak digunakan dalam penggunaan email dan dapat berupa jenis file apa saja.
2. Banner :
adalah media informasi dalam bentuk image / gambar untuk menayangkan iklan bergambar pada sebuah webpage.
3. Bandwidth :
Besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network.
4. CGI/Perl :
Bahasa komputer yang digunakan untuk membuat program interaktif di dalam sebuah webpage. Dikembangkan oleh pemakai komputer UNIX/LINUX.
5. Chat :
Adalah sebuah program yang diterapkan dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet) yang digunakan oleh user untuk mengirim dan menerima pesan dalam bentuk tulisan (ketik) secara realtime (idealnya tidak ada waktu tunggu).
6. Chatting :
Istilah khusus yang digunakan untuk melakukan interaksi di program chat.
7. Client :
Adalah sebuah komputer yang bertugas menerima data dan informasi yang telah diolah oleh Server yang diperlukan oleh user. Client biasanya di kendalikan / digunakan oleh seorang user.
8. Dial-Up :
Adalah jenis koneksi internet dengan menggunakan jaringan telpon.
9. Dial-Up Networking :
adalah fasilitas network yang dimiliki oleh sistem operasi Microsoft Windows yang dapat digunakan untuk melakukan koneksi Dial-Up, yaitu koneksi jaringan, baik jaringan komputer atau internet, dengan menggunakan fasilitas jaringan telpon.
10. Domain :
adalah nama khusus dan unik yang digunakan untuk penamaan situs web pada internet.
11. Download :
adalah proses pengambilan atau transfer file dari sebuah situs web internet ke media penyimpanan yang terdapat di komputer Client yang dipakai oleh user.
12. E-Commerce :
Electronic Commerce adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan perdagangan atau transaksi

apa saja

LEBARAN TIBA..

September 10, 2010

10 SEPTEMBER 2010

Tak terasa 30 hari berpuasa telah kita lalui,dan hari kemenangan itupun tiba
Terima kasih ALLAH, Kau mempertemukan kami kembali di hari yang fitri.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
M0H0N MAAF LAHIR DAN BATIN


OSSY

Popular Posts

My Instagram