#JustClick

12 April, ‘Meja Hijau’, dan Analogi Bingkisan Teman

April 15, 2016


Setelah  melalui pergulatan yang penuh jumpalitan lalu dihempas jumpalitan lagi dihempas lagi akhirnya 12 April kemarin saya dimejahijaukan—sebuah istilah yang saja tujukan untuk sidang skripsi. Saya disidang bersama Latifakami membuat surat penelitian nyaris bersamaan, penelitian bersama, dan sidang bersama dan Abwa. Saya tidak ingin menceritakan detail prosesi sidang, yang jelas cukup menyenangkan. Saya memertanyakan perasaan saya yang begitu datar. Datar sekali bahkan ujian PPL lebih mendebarkan. Jadi... dagdigdug dengan dada yang berdebar dan kecemasan saya itu muncul di hari Sabtu. Kemudian, mendadak saya tenang dan stabil sampai hari Selasa. Ipeh panggilan nista dari Latifah juga merasakan hal yang sama.  Entahlah, tapi datar itu patut disyukuri sehingga saat presentasi dan menjawab pertanyaan dosen dapat berpikir jernih dan tidak terganggu debaran.
Dengan tulisan ini saya bermaksud mengucapkan terima kasih kepada dosen yang bersedia membimbing saya dan menguji saya tentunya. Jika tidak ada pembimbing tentu tidak ada yang meng-acc judul, mencoret-coret skripsi saya, mendorong saya untuk segera selesai, sedikit hempasan lalu jumpalitan, mendengarkan saya presentasi dan bertanya macam-macam saat sidang, bahwa tanpa dosen ya skripsi saya tidak ada.
Teman-teman yang ketika saya membuka pintu ruang sidang mereka ada menunggu kami bertiga sidang. Sedangkan saya punya pikiran apakah tidak membosankan menunggu teman sidang? Tapi saya mengapresiasi kalian, semoga kalian segera ‘dimejahijaukan’. 

Baiklah. Saya hendak berbicara hal lain sebenarnya. Beberapa teman dekat memberikan saya bingkisan. Terima kasih untuk Naila, Eka Chan, dan Fathin untuk logistik—mie, susu, snack, permen, dkk—  yang telah diberikan. Terima kasih juga untuk 132 keping Goodtime Double Choc Chocochips Cookies Opie a.k.a Pinyot yang tertulis disponsori salah satu swalayan padahal ya... tidak dibeli di sana—katanya sebuah satire atau sarkasme sebagai pencitraan. Dan Six untuk sebuket bunga yang untungnya bukan kembang setaman.
Sampai di kost dengan membawa naskah-naskah skripsi saya yang dikembalikan dosen, saya duduk di kasur dan berpikir. Membaca ulang kata-katanya dan otak saya—yang suka berpikir ke mana-mana— menganalogikan bingkisan mereka.

#JustClick

Semua yang dimulai akan berakhir. Percayalah

Desember 02, 2015




Walaupun seting tanggal di kamera saya salah, saya tahu kapan saya memotret bulan itu. Mungkin foto itu tidak terlalu bagus, masih kurang fokus, atau apalah. Tetapi saya menyukainya.

Adalah suatu malam dimana saya membereskan pakaian yang akan saya bawa ke tempat KKN. Menjejalkan baju, dan beberapa sanchet kopi koper kecil saya. Perasaan saya kacau, kalut, entah apa namanya. Saya masih tidak berdamai dengan adanya KKN. Yang saya ingat adalah saya bangun pukul 3 untuk makan sahur. Lalu saya keluar, menuju balkon dan menemukan penampakan bulan yang indah. Saya bergerak ke kamar, mengambil kamera dan memotret bulan.
Susah. Terlebih kamera saya tidak ada seting AF dan apalah itu. Saya juga tidak punya tripod, hanya mode makro. Tapi saya senang. Memotret kembali menjadi terapi. Mungkin hormon endorfin atau serotonin, dopamin apalah namanya seketika melonjak ketika itu. Ada kebahagiaan tersendiri setiap saya berhasil mendapatkan gambar yang bagus, yang saya inginkan meski mungki tidak bagus di mata orang.
Pada akhirnya saya kembali menjadikan memotret sebagai terapi ketika KKN, mungkin hampir tidak ada foto saya di sana. Tapi tidak apa.

Oh, sekarang bukan itu yang mau saya bicarakan. Maaf untuk pembukaan yang panjang. Jika ada yang membaca ini tanpa sengaja, saya harap tidak lekas bosan. Saya percaya bahwa setiap yang dimulai akan berakhir. Bahwa mungkin berat untuk memulai terjun KKN, ada rasa tidak ikhlas tidak pulang lebaran, tapi Tuhan bayar. Saya bisa pulang, saya dapat tiket. Dan meski tempat KKN saya tidak terlalu menyenangkan tetapi pada akhirnya KKN itu selesai.
Begitu pula PPL. Saya senang. Saya senang dengan siswa-siswanya. Tapi mungkin ada beberapa hal yang membuat saya kadang kesal sendiri. Tapi toh, sudah terlewati. Saya percaya benar, bahwa selama ada usia semua yang kita mulai kerjakan pasti akan berakhir, pasti akan selesai. 
Maka, saat saya memulai menulis skripsi saya harus percaya bahwa skripsi itu akan selesai. Ya, akan selesai secepatnya...

#JustClick

Mochino #foto

Februari 28, 2015

Setelah kemarin saya menulis tentang Tomitom kucing saya, nampaknya Mochino akan iri kalau dia tidak ditulis dan fotonya ada di blog saya.
Mochino adalah kelinci saya, dia ada di rumah saya sejak usianya kira-kira setahun saat saya kelas 1 SMA. Jadi sekarang, umur Mochino sekitar 5 atau 6 tahun. Mochino laki-laki, dan karena sulit mencari pendamping Mochino ( kelinci betina yang agak dewasa), maka Mochi masih single dan available.
Hidup bersama manusia dan sekumpulan kucing di rumah membuat Mochi bertingkah seperti kucing. Mochi makan nasi, dia akan berdiri tiap ada orang yang ke dapur kotor. Berdiri adalah kode Mochi minta makan. Selain nasi, Mochi suka tempe, tahu, sayuran (tentu saja) dan Mochi sering meminta ikan Tomitom.
Mochi suka tertawa jumawa memakan sayurnya ketika kucing-kucing berebut ikan, dia merasa tak ada saingan. Mochino tinggal di bawah kursi bambu di dapur kotor. Mochino akan pup di bawah jendela kamar L, sebab dulu disitu adalah batu kerikil dan seperti kucing Mochino suka sok mengubur pupnya. Tapi semenjak di semen, Mochino tetap pup dan pipis disitu, tapi Papa akan membersihkan Pupnya tiap hari .


Tanpa kisah cinta, ini foto-foto Mochino...

17 September 2011
2 September 2011
27 November 2011
27 November 2011
27/11/11 ( Mochino dan Odindut)
25 Maret 2012 ( Mochino& Odindut)
25 Maret 2012 ( Mochi nemu bungkus coki-coki -.-)


9 Juli 2013
       

1 Januari 2015. Mochi mungkin kenyang (dan minta mangganya dikupasin)
7 Februari 2015
Juli 2013
17 Februari 2013

Terima kasih sudah melihat foto Mochi :)

#FotoBercerita

Apa Hidup Harus Diakhiri Sendiri ? #FotoBercerita

Februari 27, 2015


#FotoBercerita adalah menu baru di blog ini. Saya akan menuangkan imajinasi,pikiran, dan saudara-saudaranya dari foto yang saya ambil atau temukan di website lain ke dalam bentuk tulisan.

foto diambil 13/11/2010 di Pelabuhan Bakauheni ( manusia yang loncat itu tidak bunuh diri, hanya mempertontonkan aksi memungut koin nantinya)

Apa Hidup Harus Diakhiri Sendiri ?

Jika saya bertanya padamu, apakah sebaiknya saya mengakhiri hidup saya saja, mungkinkah kamu akan berkata ya? Orang-orang seperti kamu yang hidup dalam keluarga bahagia, hidup berkecukupan, dan selalu dikelilingi orang baik mungkin berkata ,"Jangan'!" Saya tahu sebab saya sudah pernah bertanya. Saya tahu sebab teman saya, Tono namanya, ia malah menceramahi saya panjang lebar tentang penting hidup, pentingnya menjadi khalifah di bumi sebab Tuhan sudah menugaskan. Saya hanya terdiam, menyangkal Tono sama saja menambah jumlah waktu ceramahnya yang gratis itu.
Lalu jika saya bertanya pada kamu yang hidup menderita, akankah kamu menjawab 'jangan' seperti Tono ? Atau kamu malah berkata,"Ide bagus, mari akhiri hidup kita bersama!". Saya belum pernah menanyakannya.

Oh ya sebelumnya nama saya Mian.. Hanya Mian tanpa embel-embel Frederick,George,atau Steve. Sebelum kamu mengatakan yang tidak-tidak tentang saya, bolehkah saya bercerita sedikit tentang hidup saya ? Hari ini saya ulang tahun, kalau tidak salah ulang tahun yang ke-20, sebentar saya cek dulu KTP saya. Hahaha, ternyata hari ini ulangtahun saya ke-23. Saya sendiri sering lupa tahun lahir saya, orang-orang seperti saya tidak terlalu memperdulikan ulang tahun dan semacamnya. Itu hanya sebagian dari omong kosong yang diciptakan para orang kaya untuk membahagiakan diri mereka dan tentu saja menghabiskan uang.
Saya lahir di tepi pantai di Ketapang, sebuah daerah yang tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni. Ayah saya nelayan dan Ibu saya bekerja di rumah Pak Parmin, Ibu mengurusi rumput-rumput laut yang ditanam lelaki gendut itu. Masa kecil saya bahagia. Yang saya sebut masa kecil adalah bayi hingga 6 tahun, sebab setelah itu bahagia hanyalah kata yang ada di KBBI, bukan kamus kehidupan saya. Saya bisa menerbangkan layangan di pinggir pantai, Ikut Ayah menangkap ikan dengan perahunya ketika libur sekolah, mengejar kepiting-kepiting lucu, atau berenang, keterampilan yang harus dimiliki anak-anak yang hidup di pinggir pantai. Sebab kamu tidak akan ditemani siapapun kalau kamu tak bisa berenang, permainan kami kebanyakan di air.
Petaka itu tiba ketika Ayah hilang. Seperti biasa, Ayah pamit pada saya dan saudara-saudari saya menjelang magrib. Namun Ayah tak kunjungi kembali. Tiap malam sehabis mengaji di mushola, saya tak pernah bermain dengan yang lainnya. Saya mendadak menjadi Mian yang selalu berdoa Ayah masih hidup. Hingga sepuluh hari kemudian, Wak Uji dan Kang Emil menemukan patahan perahu Ayah, sepotong papan berwarna merah dengan nama Mian yang di cat putih. Saya menangis ketika itu, menjerit-jerit, memeluk papan itu dengan erat. Semua berkata ,"Sabar ya Mian,". Mereka berkata begitu mudah, seakan berkata,"Selamat Ulang tahun Mian,". Hati saya runtuh kala itu. Sampai sekarang, saya selalu merindukan Ayah dan nyanyian karangannya sendiri. 
Akulah si Pelaut Pemberani
Penangkap ikan di lautan
Tenggiri,tuna, tongkol, dan simba
Masuk dalam jaring-jaringku
Akulah Si Pelaut pemberani
Tak takut badai, tak takut ombak
Sebab kerjaku untuk hidup orang banyak

Yang jelas, hidup kami yang awalnya sederhana berubah menjadi merana dan sengsara semenjak Ayah tak ada. Kakakku Mina yang saat itu kelas 1 SMA putus sekolah, ia pun pergi ke Jakarta.Kak Mina menjadi pembantu rumah tangga di sana. Saya yang masih SD tetap bersekolah, hanya dua adik kembar saya, Amin dan Iman terpaksa keluar dari taman kanak-kanak. Ibu tidak sanggup membiayai kami. Saya berubah menjadi anak yang pendiam kala itu. Saya mencari berbagai pekerjaan untuk bisa membantu itu. Saya yang sekecil itu dipaksa dewasa, sebab sayalah anak lelaki pertama. Ibu tak pernah meminta anak tujuh tahunnya ini bekerja, tapi Ayah pernah berkata,"Mian, kamu lelaki.Kamu yang bertanggung jawab pada keluarga ini kalau Ayah mati."
Saya mencari kepiting untuk dijual, mengambil kelapa di pesisir pantai, keliling kampung sambil membawa bakwan,pisang goreng, dan tempe goreng buatan Ibu. Hingga saya ikut Bang Itom ke Pelabuhan Bakauheni, kau tahu apa yang saya lakukan? Berenang di dekat kapal dan menangkap koin-koin  yang dilempar orang dari atas kapal. Mereka tampak bahagia melihat saya menangkap koin koin itu dengan mulut, dan saya bahagia mendapat uang tambahan.
Waktu berjalan, saya lulus SD dengan hasil cemerlang. Teman-teman saya melanjutkan sekolah ke SMP, tapi tidak untuk saya. Saya berhenti sebab saya tahu diri. Si kembar sudah SD dan saya harus membantu Ibu. Uang Kak Mina tidak sebanyak dulu semenjak ia menikah dengan Sopir Taksi di Jakarta sana. Saya tidak ingin melaut seperti Ayah, saya takut hilang dan keluarga saya merana. Maka saya berjualan pop mie dan kopi di Pelabuhan Bakauheni. 
Dan kehidupan yang sebenarnya dimulai. Preman yang memalak saya seenaknya, jam tidur yang sudah kacau tambah berantakan, dan dagangan yang saya tinggalkan di depan mushola dicuri adalah fakta bahwa hidup terlalu busuk untuk saya. Lebih lagi Ibu malah menikah dengan lelaki sialan, duda tanpa anak yang lebih muda dari Ibu. Yang jelas Ibu pindah entah ke mana bersama si kembar.Dibutakan cinta Ibu hanya berkata," Kamu mau ikut Ibu atau tidak?" dan ketika saya hanya terdiam Ibu malah berkata,"Kamu tidak mau meninggalkan rumah kita ini ya? Kamu mau dekat dengan lautan dan mengenang Ayah? Kalau begitu jaga dirimu ya?"
Ibu macam apa itu? Saya hanya menangis dalam diam ketika Ibu membawa Iman dan Amin ke Colt Diesel pria brengsek itu. Di usia lima belas, saya sudah menjadi sebatang kara karena Ibu meninggalkan saya. 
Saya tidak tahu kenapa Tuhan memperlakukan ini semua pada saya. Apakah Tuhan yakin saya manusia kuat hingga berbagai cobaan Dia hantamkan pada saya. Hidup di pelabuhan yang keras membuat hati saya membatu. Sudah lagi, Marina, perempuan yang saya cintai lebih memilih lelaki pilihan  orangtuanya. Lelaki kecil, hitam dan keriting yang jadi PNS di kantor bupati. Kadang harta bisa membutakan, bukan? Di usia 20 saya patah hati. 
Saya sendirian. Tak ada orangtua, dan keluarga dari Ayah maupun Ibu tidak menyukai saya sebab mereka dahulu kawin lari. Tak ada cinta, Marina yang membuat saya makin merana. Dan kalau begini, untuk siapa saya hidup? Untuk siapa? Tidak ada. Tidak ada yang saya perjuangkan pula dalam hidup yang terlalu dramatis ini. Atau saya yang mendramatisir? Entahlah.
Maka saya sudah di tepi tebing ini, tebing di tepian pelabuhan. Jika saya terjunkan diri dan mati, mungkin sudah waktunya. Mungkin memang hidup harus saya akhiri sendiri. Jika saya masih hidup setelah ini, akan saya cari jawaban, mengapa hidup saya belum berakhir...


#JustClick

Kucing-kucing yang diduga sebagai pacar Tomitom

Februari 23, 2015

Sebelum memberi tahu padamu, siapa saja kucing-kucing lelaki yang dicurigai sebagai pacarnya Tomitom, akan kuperkenalkan siapa itu Tomitom. Kamu bisa meninggalkan tulisan ini sekarang kalau kamu pikir menggosipkan seekor kucing yang beranjak remaja adalah tindakan kurang kerjaan. Sejujurnya aku memang sedang tidak ada kerjaan sekarang, dan daripada menulis yang aneh-aneh maka aku akan menulis tentang Tomitom. Kadang aku berpikir menulis hal ini masuk kategori aneh
dari kiri : Miga - Tomitom - Sitam

Tomitom adalah seekor kucing hitam. Benar-benar hitam! Namun begitu bulunya sangat lembut. Tomitom dilahirkan oleh Miceng, seekor kucing yang indera penciumannya memburuk semenjak sebuah tulang ikan yang besar menyangkut di giginya dan beberapa hari kemudian aku bersama mamaku berhasil mengeluarkan tulang itu. Tomitom lahir bersama saudara-saudaranya, sayangnya mereka mati. Hanya Tomitom yang hidup. Ibu Tomitom sendiri sudah dua kali mengandung dan melahirkan bayi yang menggemaskan. ( Yang anehnya setiap aku pulang untuk berlibur, aku menjumpai Ibuk - nama panggilan untuk Miceng) . Sayangnya anak sang ibu selalu berakhir di kuburan kucing di belakang rumahku. Sebagian dari mereka mati karena distemper ( Ini hasil hipotesaku yang selalu ingin jadi dokter hewan tiap melihat kucing sakit) dan 2 atau 3 meninggal di bunuh kucing garong. 
Ibu kucing hanya memiliki Tomitom, dan sampai sekarang, Ibu kucing masih menyayangi Mitom. Mereka sering saling memandikan dan bercanda. Tomitom suka menggoda Ibunya dengan memainkan buntutnya.

Tomitom Agustus 2014
Oya, Tomitom ini perempuan. Namanya saja yang kelaki-lakian. Ini semua salahku yang mengira ia lelaki ketika bayi. Ovira bertanya siapa namanya, dan kujawab Timoty, tapi ia salah dengar dan selalu memanggil Tomitom. Oh ya, Tomitom adalah kucing yang baik. Ia sering bermain dengan kelinci jantanku yang sudah tua ( 5 tahun cukup tua kan untuk kelinci), mereka sering berkejar-kejaran mesra atau saling berebut makanan. ( Kucingku dan kelinciku sama-sama suka tempe)
Aku sudah mengaduk-aduk file dan tidak menemukan foto Tomitom yang bagus. Ia memang kurang bagus difoto. Hanya hitam saja kebanyakan fotonya.

Baiklah. Sesuai judul di atas, aku akan menuliskan kucing jantan terduga teman dekat Tomitom
  1.  Miga Cul 
 Kata Ovira namanya Miga. Tapi gigi Miga ( taringnya) keluar dan kupikir itu seperti gingsul. Jadi kutambahkan Migacul alias Miga gingsul. Miga sering dipanggil Icul juga. Kucing tampan ini sering menginap dan makan di rumah kami. Ia berteman dengan Tomitom sejak pindah ke daerah rumahku. Papanya adalah seekor kucing garong putih-kuning dan tidak ada yang tahu siapa mamanya. Ovira bilang Miga adalah teman sekolah Tomitom. Miga selalu ada dimana Tomitom ada. Umur mereka tidak terlalu jauh. Tapi hubungan mereka renggang semenjak Tomitom punya adik dan mayat bayi kucing tergeletak tanpa badan di ruang baju rumah kami. Miga dicurigai sebagai pembunuh adik Tomitom, dan ini membuat Ibu Tomitom marah tiap Miga muncul.
Yang jelas, Miga selalu 'bertanding' melawan kucing-kucing lelaki yang mendekati rumah kami. Mungkin Miga dan Tomitom terperangkap di  friend zone.


2. Si Tampan yang matang dan mapan.

Oke,aku tak tahu siapa nama kucing ini. Ia tinggal di perumahan Puskesmas atau mungkin perumahan Koramil dan berlari jika manusia mendekat. Jika ia manusia, mungkin ia adalah lelaki tampan dan mapan yang siap menikah yang suka pergi ke tempat fitness. Dia susah sekali di foto.
 Foto-foto di samping di ambil dari jarak yang jauh dengan zoom sampai ujung di suatu pagi yang cerah di hari Minggu. Saat itu Tomitom, Miga, dan Sitam (panggil saja begitu) bertemu dan hanya saling bertatapan. Ettah apa yang diperbincangkan dalam keheningan kucing-kucing itu.













3. Si Manis Pemalu yang ngapel depan pintu.

Aku juga nggak tahu namanya siapa. Tapi aku pernah lihat dia di rumah Pak Camat, mungkin saja dia kucingnya Pak Camat, tapi Pak Camat baru saja pindah. Dia datang di suatu siang dan adikku Ovira memfoto pertemuan mereka. Namun saat ovira mendekat, Sinilu ( singkatan : Si manis pemalu) lari. Sinilu seperti seorang lelaki imut-imut yang malu dan bikin geretan di film-film. Kupikir Tomitom menyukainya sebab mengingatkannya pada Odindut, kakeknya. Seekor kucing jantan (tampan) yang mengasuh bayi-bayinya karena sang ibu pergi (bersama garong lain). Agak aneh ya,kucing lelaki merawat anak-anaknya. Aku nggak tahu kelanjutan hubungan mereka sebab sekarang aku lagi gak di rumah.



Aku nggak tahu sekarang Tomitom pacaran dengan siapa. Yang jelas kalau aku pulang Tomitom hamil/melahirkan, mereka bertiga adalah kucing yang dicurigai menghamili Tomitom. 




Baiklah. Terima kasih bagi yang sudah membaca pikiran dan spekulasi ngelanturku. Semua foto diatas (kecuali foto pertama), menggunakan Canon Ixus 95is ( yang sekarang dipakai Ovira untuk belajar memotret).

#JustClick

Penghujung November adalah

November 29, 2014


Penghujung November adalah ketika hujan turun dengan deras. Ketika kamu bisa saja tertahan di kampus atau terlambat sampai kampus


Penghujung November adalah masa dimana Angsana masih berguguran. Lalu kamu meributkan UNS sedang musim gugur. Atau ketika berjalan, kamu tertawa-tawa sendiri melihat segerombol anak berfoto bersama.



Penghujung November adalah saat dimana memikirkan kapan harus beli tiket untuk pulang, dan memastikan kapan kuliah usia. Penghujung November berarti membuka situs kereta api setiap hari.


 
Penghujung November berarti menunggu cucian baju yang nggak kering-kering





Penghujung November berarti siap-siap sepatumu dekil dan mempersiapkan cadangan sepatu.

Penghujung November juga berarti kepusingan membuat Rancangan Belanja Desember.
Atau sakit kepala melihat Laporan Belanja November yang sedikit melenceng.

Penghujung November adalah saat dimana mulai mengintip SIAKAD sambil berdoa.
 
Penghujung November dan aku masih bersyukur atas segala yang Tuhan berikan padaku. Usia, kesehatan, rezeki, dan segalanya.

 

#JustClick

Penakut yang Penasaran

November 06, 2014

Kau
Penakut
Semua hal kau buat takut
Bersama perubahan kau mengerut
Perbedaan jadikan kau mengerucut

Tapi kau selalu penasaran
Bagimu semua hal jadi pertanyaan
Inginmu kadang muncul , pada hal yang kau kata seram

Kau, adalah si penakut yang penasaran
Bersamaan


6 November 2014
23;15


#AnakKost

Beginilah kamar kost setelah dihancurkan

Oktober 10, 2014

Sebenarnya sudah lama kamar kost gue dihancurin. Tapi berhubung satu dan lain hal yang menyebabkan gue nggak memfoto-foto mereka,baru sekarang deh posting hasilnya gimana. Oh ya,untuk bahan-bahan dan sedikit proses,bisa lihat disini
Jadi ini beberapa foto-fotonya. Kalau berantakan, semoga dimaafkan ya :)

Ini kalau dilihat ke atas. Bagian paling atas nggak kena tempel karena mejanya nggak sampai.

#AnakKost

Menghancurkan kamar kost -Proses-

Mei 05, 2014

Well, terhitung sejak Agustus 2012 saya sudah menempati kamar kost ini. Sebuah kamar bercat pink yang rada norak-bukan saya banget dah - berukuran tidak besar dan tidak terlalu kecil juga.

Lama-lama saya stres sendiri, rasanya bosan mata saya dijejelin warna yang nggak saya banget. Sedangkan kamar lain di kost nggak warna pink.Cuma kamar saya doang, kamar Yuni kayaknya putih atau krem gitu. Begitu juga kamar dan ruangan lain.

Akhirnya saya memutuskan untuk menutupi pink di kamar saya. Terlalu mainstream dan mahal rasanya kalau saya harus ngecat sendiri kamar kost ini. Jadi saya memutuskan untuk menempeli kamar ini.
Alhasil liburan pemilu kemarin, saya menempeli kamar saya dengan :
- majalah (beli majalah bekas 10ribu 3 tapi yang saya pake 2 karena majalah satunya kurang bagus kertasnya )
-komik (dengan berat hati beli komik donal ,jimi lima dan monika bekas, dan merobekinya sambil membacanya)
-print tulisan dan gambar dari kertas bekas (sekalian menyehatkan print karena printer harus sering dipake kan?) 
-print foto dari kertas glossy yang sudah teronggok entah sejak kapan di lemari. 
Dan menghabiskan 3 double tape 

Pulang kuliah saya langsung menempeli dinding dengan majalah. Besoknya sambil ngeprint saya nempelin foto dan komik ke dinding satunya. Dan terakhir nempelin peta,gambar dan tulisan. Pokoknya tanggal 8 dan 9 April saya cuma keluar kamar kalau benar-benar butuh. Seperti butuh makan dan goreng telur, butuh buang air kecil.

Kamar saya benar-benar hancur ketika saya nempelin ini. Saya naik kursi dan meja TV yang diangkut ke kamar saya. Tapi.. baru 3 dinding yang saya tempelin. Kurang 1 lagi karena kemarin -sampe sekarang sih - belum ada bahan untuk dinding yang kosong ini. Rencananya sih majalah, spot kosong untuk nempelin Post in or to do list, sama gambar-gambar dari temen-temen saya.


Kebetulan saya mendokumentasikan prosesnya,tapi gambarnya kecil karena ini thumbnails gitu. Soalnya saya habis memformat mmc saya tanpa sengaja.


komik yang saya sobekin

tempelan majalah


nempelin komik dan foto, Well fotonya berantakan dan itu yang memakan waktu lama

Saya nggak bisa nempel lurus jadi lihatnya peta Sumatera itu ... *(
ini bagian yang belum di tempel. Cuma dicoret-coret kapur,
Setelah semua ditempeli saya akan posting hasilnya *))


#JustClick

first step

Desember 05, 2013




A thousand mile journey begins with the first step.
-Loo Tzu

#JustClick

Jepret Jepret Mainan Hello Kitty

Agustus 01, 2013

                Yippe!! Jadi setelah sebulan lalu berlibur di rumah tidak menghasilkan tulisan apapun, baik novel acak-acakan atau posting unek-unek di blog dan rencana meresensi novel-novel yang gagal akibat terbiasa langsung nulis di badan blogger sedang jaringan ndat ndit ndut. Sekarang aku mau share hasil jepretanku. Udah 2 minggu yang lalu sih, tapi karena jaringan ndatnditndut,terserang flu dan faktor X lain jadilah baru hari ini ku posting di blog.
Jadi awalnya aku hanya punya sebuah mainan Hello Kitty dari sebuah minimarket, kemudian mamaku belanja untuk thr kantornya dan mendapat 10 mainan itu, yang kemudian dibagi 2 dengan teman mamaku. Alhasil aku punya 6 dan 1 diberikan ke sepupuku.
Nah selamat menikmati jepretanku, ada beberapa yang ku edit di warna dan kecerahannya Saran dan kritik silakan comment ya "))'

Blue Terhimpit di gua.. (baca : batu bata)

Violet di kangkung mama
Greeny Di daun talas
bersama lampu tidur HK raksasa. *berasa jalan-jalan ya mereka
Blue!
"am i cute?"
Si Merah Muda diatas pohon Buah Naga
Bersama-sama di rerumputan

#JustClick

Dubidu #foto

Mei 26, 2013


Menindaklanjuti postingan foto kelas 11 maka ini berisikan foto kelas 12. Nama kelasku Dubidu, alias dua belas ipa dua ada sekitar 8000an foto . aku dulu memang suka candid, tapi disini mungkin hanya beberapa yang kutampilkan XD

sip, gw paling kanan

Ini foto di rumah saske habis lebaran :)
Ini beberapa foto webcam laptop. Aku tidak memotong rambutku hanya mengikatnya saja #nggak penting
masih banyak foto,namun karena koneksi melambat... ini dulu yak..

#JustClick

Aku dan SMA #11 IPA 2

Mei 25, 2013


Melanjutkn posting sebelumnya kelas 10 posting ini berisi foto kelas 11.
Sebenarnya di kelas 11 sekolahku ada jalan-jalan ke Malang dan Jogya, namun sepertinya tidak kutampilkan di posting ini
jika di kelas 10 ada 83 foto -tidak termasuk yang hilang- di kelas 11 ada 798 foto #ehm..

ceritanya nunggu les , dari kiri aku, afe dan septi

dari atas, jay, mami iis dan aku

Ini foto ketika wali kelasku, Miss Sullia Ulang Tahun   
Biasalah narsis waktu istirahat
Ini foto-foto akhir kelas 11
foto yang atas dan bawah itu foto hari-hari akhir kelas 11 dan sekolah sepi habis UAS


Ini foto waktu abis nyiapin pameran seni
salah satu foto dari sekian foto pakai  kamera lapty

 

Popular Posts

My Instagram