![]() |
| Pinterest.com |
Gue baru saja tiba di Solo kemarin pagi, setelah terus-terusan menunda keberangkatan ke sini dengan berbagai alasan. Kayak, mau buat ATM baru, kereta yang biasa dinaiki gak ada lagi trayeknya, dan sebagainya. Sebenarnya, gue di rumah nggak lama-lama amat, pulang tanggal 22 Juni dan ke sini tanggal 28 Juli. Karena sebenarnya pun, masuk kuliah itu tanggal awal September di kalender. Tapi namanya rumah, kalau nggak ingat gue harus mulai menyicil memulai tesis, mungkin gue baliknya abis lebaran haji sekalian.
![]() |
| Pinterest.com |
Gue sadar kalo hidup bukan lomba lari, yang gue tahu, kalau gue mau lari ke finish, yah gue harus fokus sama lintasan gue. Lintasan tiap orang berbeda jadi nggak baik untuk banding-bandingin.
Gue sadar sekarang, kenapa rumah adalah zona aman gue setelah gue kuliah. Karena waktu pulang ke rumah, gue benar-benar pulang, berlibur, mendekam di rumah dan menikmati hari-hari bersama keluarga dan kucing gue. Di rumah gue nggak mikirin mau makan apa hari ini karena selalu ada makanan, gak mikirin betapa tingginya cucian kotor karena ada mesin cuci, nggak mikirin tugas-tugas kuliah karena lagi libur, dan semua itu berimbas ke menurunnya kecemasan gue kalau di rumah. emang sih, gue masih mikir dan takut soal masa depan di rumah, tapi nggak seseram pas gue jauh dari rumah.
Pada akhirnya, gue emang harus ketemu tesis lagi dan memulai dramanya yang gue harap berjalan lancar sehingga gue cepat lulus. Bukan apa sih, uang kuliah dan biaya hidup kan mahal, jadi gue harus segera lulus untuk ngeringanin orangtua gue. Kalau ditanya mau jadi apa setelah lulus, gue ada pikiran, tapi gue nggak tahu apa takdir gue ke sana atau gak. Papa nyuruh gue untuk lebih realistis dalam hidup, dan mungkin pada akhirnya gue harus bekerja, nggak kuliah terus, dan yakin aja Tuhan akan kasih gue pekerjaan yang baik dan menyenangkan nanti.
Gue memutuskan untuk rehat dari wattpad dulu sampai sidang tesis atau paling ga, sampai gue udah mau selesai. Mengingat waktu gue skripsian kemarin, agak terjadi kelambanan akibat gue malah nulis puisi dan 24. Ya, walaupun sekarang gue nggak bisa lagi meracau kayak dulu, atau racau-racau itu memang akan keluar waktu gue rada stres dan semacamnya.
By the way, gue masih bingung apakah gue pulang atau tidak lebaran ini. Gue pengen pulang dan berlebaran karena gue nggak pernah lebaran haji dari 2012. Gue mikir, seminggu di rumah udah cukup, asal gue bisa lebaran. Lagipula, katanya nggak ada lagi kuliah. Cuma, gue malas aja naik bus. Tapi, kereta yang gue naikin udah nggak ada. Deu, gue makin pusing dan tulisan ini makin ngalor ngidul. Jadi sekianlah
Setelah 12 April lalu dimejahijaukan, 19 April dinyatakan lulus, akhirnya 4 Juni lalu saya diwisuda.
| Bersama Mama, Papa, Obith dan Ovi |
![]() |
| Bersama Elok saat berbaris di rektorat ^^ |
| Makasih Pak |
![]() |
| dari kiri Six, saya, Vivin, Abe, dan Tyar |
![]() |
| With Pinyot dan doodle ketjenya (mau order buka ig opiedesu |
![]() |
| Troketon's Team |
Saya sangat mengapresiasi kalian ^^. Semoga wisuda kalian nanti saya bisa datang ya!
| Terima kasih Pinyot untuk doodle-nya! |
| Terima kasih Ken untuk gambarnya. Saya anggap lukisan ini berarti ,bahwa setelah wisuda kita masih punya mimpi yang dikejar tinggi-tinggi. |
| Terima kasih untuk bunga-bunganya, beberapa sudah rontok dan layu T.T |
| Mengingatkan akan bingkisan sidang ke Six. Terima kasih Woro, mungkin bisa melonjakkan berat badan dan turun drastis saat puasa ini. |
| With Sixma |
![]() |
| Jump! |
Tulisan ini entah di post kapan,entah hari ini juga atau pada suatu hari. Saya masih duduk di gerbong 8 saat mengetikkan posting ini. Bersama hati,jiwa dan pikiran yang carut-marut belum tertata.
Pulang kali ini saya lebih ikhlas. Tetap malas packing (selain cuma packing 1 ransel) namun tidak semenyesakkan biasanya. Mungkin karena bisa pulang saja saya sudah bersyukur mengingat rencana awal saya tidak pulang.
Hati saya masih menolak banyak hal. Tapi saya tahu, sekuat saya menolak semakin sakit yang didapat. Mungkin saya bisa kabur dari semuanya tapi tentu bukan jawaban atas masalah. Tapi membuat masalah baru.
Papa saya mengingatkan saya untuk semangat, sesuatu yang saya pikir sudah hilang. Tapi saya ingat, seperti yang saya ungkapkan dulu di posting entah kapan tentang anak pertama. Saya punya tanggung jawab lebih. Dan saya harus lulus cepat dan mendapat pekerjaan yang menyenangkan di segala lini.
Saya tidak boleh menyerah, saya terlanjur ada dan tak mau mati sia-sia.
Rumah, pulang dan sebuah perjalanan adalah 3 kata yang selalu menyenangkan untuk didengar. Terlebih jika sepaket.
pulang selalu menuju ke rumah.
Ada perjalanan untuk pulang dan sampai ke rumah.
Perjalanan selalu menyenangkan,selalu ada hal baru,orang baru, dan pemandangan yang memberi warna di perjalanan.Kadang menjadi oleh-oleh cerita di rumah
Cerita perjalanan pulang.
Aku ingin pulang. Rindu rumah. Dan selalu menyukai perjalanan. Semoga perjalananku selalu menyenangkan
Kuliah dinyatakan selesai ketika saya meninggalkan kost dengan ransel hitam, slingbag Papa, dan tas laptop hitam yang tak berisi laptop, tetapi kain dan buku. Saya berjalan dari kost menuju halte BST yang ada di depan. Menunggu bus datang. Tadinya, saya berharap koridor dua saja. Tapi yang datang malah koridor satu. Dan saya memutuskan untuk menaikinya. Beruntung saya mendapat tempat duduk, sebab hari itu ramai sekali. Bus BST penuh, baik yang duduk maupun berdiri.
| KA Krakatau setelah menurunkan penumpang di St.Senen. |
Saya akan pulang esok hari. Maka saya memutuskan memulai packing. Tidak banyak yang saya bawa, hanya kain, buku&komik (sekitar 10), pakaian dalam dan beberapa buah kaos. Ya,itu saja bersama gadget saya.
Saya masih bingung antara memakai carrier atau membawa tas kuliah dan 1 tas lain. Yang jelas, packing saya hentikan karena saya kebingungan. Karena ada beberapa barang yang belum bisa dimasukaan karena masih saya gunakan.
Baiklah saya harus tidur. Besok saya berencana ke perpustakaan, lalu membeli kudapan untuk pulang (karena beberapa saya makan -.-) dan packing benar-benar packing!
Lembar jawaban Pkn dikumpulkan di meja dosen, wajah-wajah sumringah terpancar. Bukan karena UK yang open book, tapi kuliah telah selesai juga jadi alasan. Kuliah berakhir hari ini. Diawali mengumpul UK anatomi otak, paper Pkn, Laporan skala sikap untuk UK Pengukuran psikologi, pun hasil diskusi masalah untuk uk bimbingan klinis. Dilanjutkan UK bina wicara dan UK pengembangan kreativitas dan Pkn tentunya.
Kuliah sudah selesai. Semoga tidak ada remedial apapun. Benar-benar selesai. Namun jika statistik UK4 diumumkan dan saya remedial, sudah saya kerjakan lagi soal saya kemarin dengan penuh ketelitian dan saya titipkan Pinyot.
Mereka pulang hari ini, mereka pulang esok. Saya ? Saya pulang Selasa depan. Tiket sudah terbeli, sebab kemarin saya ingin membeli tanggal 25,tapi saya takut ada kuliah di tanggal 29 atau 30. Tidak mengapa, mungkin saya bisa menikmati me time atau sekadar jalan-jalan di Solo. ^,^
Kuliah sudah selesai. Semoga semua peluh,kerja keras, minggu-minggu penuh begadang, semua usaha dan pengorbanan saya terbayar dengan hasil yang memuaskan. Saya harap tidak ada penurunan hasil.
Selamat berlibur teman-teman @UsNeed12 ( fyi UsNeed itu singkatan UNS's Special Need Education) Semoga liburan kalian menyenangkan. Kita bertemu lagi di semester 6. ^.^
Apa yang paling disukai perantau selain pulang ke kampung halaman?
Sebab kata kembali selalu menyenangkan untuk di dengar, pun dilakukan. Lihat saja, tiket-tiket kereta telah ludes di penghujung tahun. Dimana liburan akan terjadi, para perantau bergegas kembali ke rumah mereka. Harap-harap cemas aku berdoa agar bisa kebagian. Pernah kutulis di blog ini beberapa waktu lalu, tentang anak rantau dan kata pulang.
Bagiku, pulang selalu menjadi hal yang di nanti, seperti rindu yang selalu jadi candu.
Aku suka pergi. Sesuka itu aku pada kata kembali.
Aku ingin mengembara. Pernah terpikir aku ingin kerja yang pindah-pindah keliling nusantara. Lalu aku bertanya, lantas dimana rumahku kalau begitu? Pada dasarnya rumah bukan hanya bangunan. Rumah bagiku adalah keluarga. Rumah adalah dimana kita merasa sangat-sangat nyaman dan seakan tak perlu apa-apa lagi selain mereka. Jadi mau keluargaku pindah ke Papua, Antartika, di situ mereka, di situ rumah bagiku.
Semakin random.
Dear Pap,
Panas.
Itu yang saya rasakan sebulan belakangan. Saya jarang berangkat ke kampus dengan jalan kaki ,kecuali kuliah pagi dan belum ada bus dan pulangpun jalan jika memang sudah sore dan matahari tak begitu terik.
Saya beruntung memiliki keringat yang tidak banyak, bahkan ketika SMP saya pernah lari lebih banyak dari teman karena keringat saya nggak keluar-keluar. Tapi tetap saja, panas sangat tidak mengenakkan.
Di kost, saya seperti kehilangan konsentrasi kalau panas menyerang. Di satu sisi menghidupkan kipas angin bukan jawaban. Entah mengapa saya semakin tidak konsentrasi ketika mendengar suara kipas angin,padahal kipas angin tidak rusak dan berbunyi aneh. Ya, ada banyak hal yang kadang membuat saya tidak tenang dan nyaman. Misalnya, saya suka mendengarkan musik, tapi ketika sendiri di kost atau rumah dan mendengarkan musik lalu saya akan makan nasi, saya tidak bisa makan. Namun ketika diluar, di warung makan, saya tidak terlalu peduli. Atau saya yang akan kehilangan konsentrasi untuk mandi ketika air keran berbunyi, sedang saya tidak suka melihat bak yang tidak penuh.
Sekarang panas sekali. Saya hanya bisa tidur siang sebentar karena panas yang saya tidak tahan. Saya sering sudah di tempat tidur pukul 10 namun baru tidur pukul 2 karena kepanasan. Lantai pun tidak dingin ketika saya mencoba tidur di bawah.
Entah ini hanya di Solo atau seluruh Indonesia. Tapi saya harap musim hujan segera tiba.
Nemu ini waktu geledah-geledak file.
Sepatunya cuma tahan satu semester dan mama kembali membelikan sepatu sekitar Agustus 2013 yang alhamdulilah masih awet sampai sekarang dan terus dipakai.
Sebenarnya sudah lama kamar kost gue dihancurin. Tapi berhubung satu dan lain hal yang menyebabkan gue nggak memfoto-foto mereka,baru sekarang deh posting hasilnya gimana. Oh ya,untuk bahan-bahan dan sedikit proses,bisa lihat disini
Jadi ini beberapa foto-fotonya. Kalau berantakan, semoga dimaafkan ya :)
Saya tidak dapat tidur malam ini. Entahlah, mungkin karena waktu tidur siang saya tadi yang panjang, hingga mata saya terus terbuka. Kopi sudah saya hindari, tapi tubuh dan mata menolak untuk tidur. Saya ingin mengerjakan sesuatu, tetapi saya sendiri bingung mau apa. Mentranslate materi AVT untuk tugas kelompok, terlalu membosankan. Saya berencana mengerjakannya besok pagi. Pagi adalah waktu yang tepat untuk bertemu hal-hal yang memusingkan.
Saya ingin menulis cerita yang baru saya oret-oret outlinenya, namun saya juga tidak ingin itu.
Sesungguhnya saya hanya merasa tidak enak dengan keputusan berkaitan lebaran kali ini. Tidak perlu saya katakan apa itu. Baiklah.. mungkin saya menulis saja. Mengeluarkan isi kepala dan beban yang mengganjal.
Selamat Hari Raya Idul Adha. Entah kamu merayakannya hari ini atau esok Minggu
Sebentar lagi Idul Adha. Mungkin ini Idul Adha ketiga yang harus kurasakan di Surakarta, tanpa Mama,Papa,Obith, dan Ovira. Jumat- Senin memang libur. Ada kemungkinan untuk pulang sebenarnya. Misal, aku naik kereta Jumat siang dan sampai rumah Sabtu pagi. Namun agak menimbulkan kerepotan kalau aku harus berangkat jam 1 malam dari rumah untuk mengejar kereta jam 8 pagi di hari Senin agar Selasa bisa kuliah dengan baik. Dan pulang sebentar cenderung hanya membuat saya homesick.
Mungkin jauh dari rumah di saat hari besar seperti ini adalah cara Tuhan mendewasakanku. Berdamai dengan pilihan dan resikonya.
Saya sedang memantapkan hati sekarang. Kaki saya sudah tenggelam disini,dan menceburkan diri mungkin yang terbaik.
Saya sedang memantapkan hati bahwa saya akan menjadi guru selepas lulus nanti. Mungkin dulu saya memilih jurusan ini karena penasaran ditambah sedikit iseng ala saya. Tapi ketika Tuhan meng-acc saya masuk jurusan ini , mungkin itu 'kode' Tuhan bahwa saya sebaiknya menjadi guru atau berkecimpung di dunia pendidikan khusus.
Saya sedang mengikhlaskan diri. Ikhlas dari segala bisik-bisik di kepala saya. Ikhlas dari penyesalan dan kata seandainya yang pernah merangsek di otak saya. Saya berusaha mengikhlaskan apa yang pergi dari hidup saya dan apa yang Tuhan berikan pada saya.
Saya sedang berusaha menemukan diri saya. Menemukan jati diri saya sesungguhnya. Mencari siapa saya, apa mau saya, dan kenapa saya harus bertahan hidup.
Saya sedang dan selalu ingin melakukan hal yang saya suka. Saya menulis,karena saya senang. Dan belajar menjadi manusia konsisten dengan menyelesaikan apa yang saya mulai. Saya terus membaca banyak hal karena saya suka. Saya memotret apapun yang saya suka.
Saya sedang berusaha menjadi anak yang berbakti, dan akan selalu
berusaha. Semoga saya tidak pernah mengecewakan mereka,semoga saya bukan
anak yang memberatkan mereka, apalagi membuat mereka menangis dan
mengelus dada.
Saya sedang berusaha menjadi kakak yang baik. Lupakan bermimpi memiliki seorang mbak/mas yang pernah saya inginkan. Karena saya sedang berusaha menjadi kakak yang membuat adik saya bangga. Karena saya ingin menjadi contoh yang baik, kakak yang menyenangkan bukan menyeramkan
Saya sedang berusaha menjadi teman yang baik. Saya percaya, saya tidak bisa menyenangkan hati semua orang. Saya percaya,bukan manusia jika tidak ada yang tidak suka padanya. Tapi saya berusaha menjadi teman yang baik dan jujur untuk mereka.
Saya sedang tidak peduli dengan omongan orang tentang saya yang sendiri. Saya berpikir saya masih muda, banyak hal yang ingin saya lakukan dengan kebebasan tanpa ikatan bernama pacaran. Saya tidak ingin menganggu hidup orang lain disaat saya masih mencari siapa saya ini. Saya rasa, akan ada waktunya dimana saya bosan untuk sendiri,dimana saya bertemu seseorang yang membuat saya yakin. Ada ada masa dimana Tuhan membuat saya percaya bahwa manusia diciptakan berpasangan.
Pada akhirnya, saya sedang berkaca dan menelusup ke dalam diri. Bertanya bagaimana agar hidup saya tidak sia-sia. Dan percaya, tentu ada alasan dan peran meskipun kecil kenapa Tuhan membiarkan saya hidup di dunia.
Ini tentang tiket kereta
Tentang tanggal akan pergi
Tentang bersama teman atau pergi sendiri
Tentang berapa rupiah yang harus terganti
Ini tentang ATM
Tentang pembayaran online yang 3x gagal
Hingga sekarang, belum ada tiket ditangan
Lalu apa yang harus aku lakukan
Ini tentang kesabaran
Tentang Tuhan dan ujiannya
Tentang Tuhan yang senang menggoda hamba-Nya
Tentang Tuhan yang sayang hamba-Nya
Tuhan yang baik...
Besok,lancarkan saya membeli tiket yaa
Munculkan harga yang murah
Dan sukseskan pembayaran lewat atm
terimakasih


























