#JustWrite

Review Kana di Negeri Kiwi

Agustus 06, 2018


Sebelumnya kupernah membaca Kana di iPusnas, dan kali ini kumembaca versi kover barunya. Kulebih suka kover ini, meskipun rambut Kana yang katanya ikal dipotong, ia jadi berkacamata, dan sekarang memakai ransel.
Cerita dibuka dengan adegan Kana mencari Joy di pasar hanya untuk bertanya apakah ia gendutan. Jadi, Kana ini pindah dari Jogja ke Selandia Baru karena ibunya yang tidak terlalu menginginkan anak itu mau menikah lagi. Sudah merasa sedih karena 'dibuang' ibunya dan ia makin merana diputuskan Rudi karena gendut. Beruntung, Kana mendapatkan teman sebaik Joy, anak India yang akhir-akhir ini jadi aneh. Joy jadi menjauh dan sensi. Sampai suatu hari, Kana ke rumah Jyotika dan menemukan mengapa akhir-akhir ini Joy berubah.
Aku suka novel ini, ngalir, ga kerasa baca dan tahu-tahu sudah selesai. Selain itu, isu yang dibawa juga penting. Ada isu pelecehan seksual yang diangkat di sini. Termasuk Kana yang akhirnya membuat semacam support group untuk mengatasi pelecehan seksual.
Ringan tetapi berisi, berpesan tapi tak menggurui. Sekian dan aku tunggu novel barunya kakak!

#JustWrite

Review MAMIMOMA (Rosemary Kesauly) #SabtuBaca

Juli 14, 2018




MAMIMOMA adalah singkatan dari Maggie, Milly, Molly, dan May yang sepertinya terinspirasi dari puisinya E..E. Cummings yang judulnya Maggie and Milly and Molly and May. Sebenarnya, kusudah pernah membaca ini waktu SMP. Waktu ini sampulnya warna oranye dan ada gambar 4 manusianya dan waktu itu kusuka dengan novel ini. berhubung sekarang cetak ulang, kumau mereview sekalian mencari tahun mengapa-aku-smp-suka-buku-ini.
Maggie, si kaya raya dengan jumlah adik melimpah ruah, terobsesi dengan standar kecantikan dan selalu stres dengan rambut keritingnya. Maggie pengin banget rambutnya lurus kayak Milly , dan memang kayaknya di zaman ku SMP, teman-temanku berbondong-bondong meluruskan rambutnya kayak Maggie.
Milly, si cantik nan baik hati, pintar, dan gemar bikin puisi. Namun, karena kakinya yang berbeda dari anak lainnya, Milly ‘dibuang’ keluarganya dan tinggal berdua dengan kakeknya yang protektif dan sering ditipu kalau belanja di pasar. Diam-diam, Milly pengin ikutan kontes cewek shiny karena pengin ke Golden Coast.
Molly, si cuek, ketus, keras, menentang masuk kelas unggulan karena enggak suka pengkotak-kotakan dan seperti anak yang kelihatannya kuat-tegak-menantang bumi, ada cerita suram nan sedih di baliknya. Mama Molly suka mabuk dan selalu digosipin ibu-ibu waktu beli sayur.
May, dia benar-benar ratu plin-plan. Tidak mengerti bagaimana ia bisa menyukai Deddy Corbuzier minggu lalu, lalu minggu depan Eminem, minggu depannya NicSap dan seterusnya. Keluarga May terlihat harmonis, padahal ya, anggota keluarganya sibuk sendiri. kayak, ibunya sibuk belanja, kakaknya berhari-hari enggak pulang
Pergi ke diskotek demi melihat Oscar yang ditaksir May jadi salah satu ‘pintu’ ke masalah besar yang mengguncang persahabatan mereka sekaligus pintu ke solusi-solusi masalah hidup mereka. Masalah keluarganya May, masalah mamanya Molly, masalah mindernya milly dan Maggie.
Mungkin waktu SMP kumenyukai MAMIMOMA karena bahasanya ngalir, humornya ala-ala hiperbola, cerita remaja yang enggak berputar ke cinta-cintaan plus enggak ada cerita naksir ketua osis pujaan atau anak basket yang lama-lama membosankan. Aku suka cara Milly membalas bully di sekolahnya. Misal, waktu teman-temannya teriak ‘Minggir-minggir, orang pincang mau lewat!” dia malah dengan santainya bilang terima kasih udah ngasih jalan.

Baiklah, sekian reviewku. Kutunggu buku barunya Kak Rosemary...

#ResensiNovel

Resensi Seandainya by Windhy Puspitadewi

Februari 18, 2014



Seandainya
– Windhy Puspitadewi–
Judul
Seandainya
Penulis
Windhy Puspitadewi
Editor
eNHa
Penerbit
Gagasmedia
Cetakan/Tahun
Ketiga/2012
Tebal /ukuran
Xii + 226 halaman. 13 x 19 cm
ISBN
979-780-568-9
Harga baru

Kepemilikan
Rating
Pribadi (secondbook , dibeli 8 Juni 2013)
4,4 dari 5




Seandainya... adalah novel kedua Windhy yang saya baca setelah membaca Let Go ketika SMA dulu. Melihatnya di toko buku bekas membuat saya hanya berpikir sekali untuk membelinya. Saya menyukai Let Go dan memberikan ekspektasi yang tinggi dengan novel Seandainya...

#ResensiNovel

Resensi Silang Hati -Sanie B.Kuncoro & Widyawati Oktavia

Februari 18, 2014


Silang Hati
– Sanie B.Kuncoro &  Widyawati Oktavia –
Judul
: Silang Hati
Penulis
: Sanie B.Kuncoro &  Widyawati Oktavia (gagas duet)
Editor
: Ayuning
Penerbit
: Gagasmedia
Cetakan/Tahun
: Pertama / 2012
Tebal /ukuran
: viii + 324 halaman  / 13 x19 cm
ISBN
: 979-780-479-8
Harga baru
:49.000
Kepemilikan
Rating
: Pribadi ( secondbook dibeli 8 Juni 2013)
: 3,25 dari 5




Silang Hati merupakan salah satu dari beberapa proyek Gagas duet yang diselenggarakan Gagasmedia dimana penulis-penulis saling berduet menghasilkan sebuah cerita.

Seperti novel Gagasmedia pada umumnya, Silang Hati memiliki kemasan yang menarik untuk disentuh,dipegang, lalu dibeli. Terlebih saya membelinya di toko buku bekas hingga tak berpikir dua kali untuk memasukkannya ke ransel saya.

Sampulnya didominasi

#JustWrite

Resensi Novel The Chocolate Chance - Yoana Dianika

Juni 18, 2013

Awalnya, ketika liburan semesteran nanti, saya berencana meresensi semua novel saya. Namun saya sudah gatal dahulu untuk belajar meresensi novel. 
Baiklah ini resensi pertama saya, *menerima kritik saran membangun

Judul Buku   : The Chocolate Chance
Penulis          : Yoana Dianika
Penerbit        : Bentang Pustaka

Terbit            : 2013
Harga            : 59.000 *kemarin temanku beli lagi diskon 15%
Tebal             : 350 halaman







Cerita yang manis dengan nuansa cafe coklat, dengan quotes keren seputar coklat, hanya saya sedikit merasa tempo cerita terlalu lambat, tapi terlepas dari itu saya suka ")) . The Chocolate chance adalah kisah tentang Orvala T, Aruna dan Juno, ketiganya penggila coklat.
Orvala adalah kekasih Aruna, pemilik Fedde Velten Cafe tempat Orvala bekerja. Mereka merajut mimpi membangun cafe itu sejalan dengan mereka merajut kisah kasih mereka.
Kak Yoana menggunakan alur maju-mundur di sini, hingga kita terbawa ke masa lalu Orvala atau kembali ke masa sekarang. Dari alur maju mundur itulah kita tahu,

Popular Posts

My Instagram