#JustWrite

Writing Fiction and Non Fiction at the same Time

Januari 23, 2016

Writing Fiction and Non Fiction at the same Time 


 Satu yang saya tahu, adalah saat ini saya sedang menulis non fiksi. Namanya skripsi. Dan sejak minggu lalu sampai minggu kedua Februari adalah jadwal penelitian. Awalnya, saya hanya akan menulis non fiksi. Tapi, di sela waktu senggang atau membunuh bosan saya memutuskan untuk menulis di wattpad. Saya menulis cerita Biru dan Langit di sana. Bisa  buka ini
Tapi, sebuah selebaran membuat saya kembali diam. Berpikir. Lomba blog di kampus. Entah kenapa saya pengin ikut (lagi). Dan parahnya itu lomba tanggal saya penelitian -________-
Tapi... saya akan menulis skripsi, dan menjadikannya prioritas pertama. Disusul lomba blog dan 24 (Langit Biru) yang akan dapat porsi sama. Sudah. Itu saja. Otak saya riuh. Ada stiker untuk treatment yang akan di edit. Doakan semua lancar dan sesuai rencana ')

#JustWrite

Review March Challenge

April 01, 2015

Sebulan yang lalu, disini saya menuliskan dua tantangan untuk diri sendiri. Menulis foto bercerita dan jalan kaki kalau kuliah pagi hari.
Dan saya berhasil. Tiap pagi kalau masuk pukul 7.30, saya berjalan. Kadang kalau agak siang pun saya memilih jalan. Intinya saya menuntaskan jalan itu.
Dan untuk foto bercerita, saya menulis 8 #fotobercerita. Itu artinya saya juga berhasil, menulis minimal 5 fotobercerita. Meski saya juga merasa kualitas tulisan saya belum ada apa-apanya, tapi setidaknya saya sudah berhasil menulis. Nah, ini link foto bercerita. Saya terbuka untuk kripik dan saran. :)
Saya tidak memikirkan hadiah untuk saya saat membuat March Challenge, tapi besok mugkin saya akan membeli es krim. Sudah ya, saya lagi berpikir April ini mau ngapain.

#FotoBercerita

Monolog Seekor Kucing Bernama Dey #FotoBercerita

Maret 18, 2015

#FotoBercerita adalah salah satu cara saya belajar menulis, saya akan mengeluarkan apa yang saya pikirkan ketika melihat sebuah foto. Selamat menikmati! Saya terbuka untuk kritik dan saran :) Silakan berkomentar.




Hai!


Sebelum aku bermonolog tentangku dan dua ekor ikan yang kugenggam, bolehkah aku memperkenalkan diriku? Tentu saja boleh, sebab sebagaimana monolog yang berarti berbicara dengan diri sendiri, semuanya boleh kukatakan. Tapi jika ada yang mendengar monologku nanti, tenang, tidak akan ada kata-kata kotor yang kuucapkan. 
Namaku Dey dan aku kucing jantan. Ibu yang berkata bahwa aku kucing jantan. Sebab aku tak tahu apa perbedaan kucing betina dan jantan. Aku tak dapat melihat. Sejak lahir yang kulihat adalah gelap. Kukira semua kucing sama hingga saudara yang lahir denganku,  Chad dan Brow membicarakan Pam saat usiaku mungkin tiga minggu. Pam adalah anak kucing lain yang bersuara mencicit. Chad dan Brow ketika itu sedang berdebat apakah Pam berwarna coklat pekat atau hitam. Aku bertanya pada Chad seperti apa Pam, Chad malah marah dan menyuruhkan melihat sendiri. Lalu aku menjawab,"Aku tidak melihat apa-apa,Chad.". Brow dan Chad melaporkan ini pada Ibu. Selanjutnya aku menangis dan ibu terus menjilati mata dan badanku. Brow dan Chad pun menghiburku, Brow berkata,"Dey, bagaimanapun matamu, kami tetap menyayangimu. Kita akan tetap bermain bersama."

Waktu terus berjalan dan Ibu bilang kami sudah berusia satu tahun. Pemilik kami, seorang gadis belasan tahun bernama Ebony berniat memfoto kami sebagai kado untuk kami bertiga. Kata Chad, Ebony cantik dan senyumnya manis. Namun yang kutahu, Ebony bersuara merdu. Aku selalu berlari kencang menuju dimana suara itu terdengar jika Ebony meneriakkan namaku atau menyebut,'tiga jagoanku," Tangannya begitu halus tiap membelai bulu-buluku yang kata Brow berwarna abu-abu. Ebony selalu menunjukkan padaku dimana piring makan berisi tuna goreng atau makanan kemasan khusus kucing.
Aku bersembunyi di balik Ibu ketika sesi foto berlangsung. Aku tidak mau berfoto. Aku tidak punya mata atau lebih tepatnya mataku tertutup. Aku mengeong, berteriak tidak mau. Aku tidak mau orang yang melihat fotoku jadi sedih atau mengolokku. Tidak apa aku tidak difoto, tidak apa. 
Namun Ebony memintaku menggenggam dua ekor ikan mati. Perutku berbunyi seketika. Tapi Ebony menuntunku untuk memegangnya dan meletakkan dua ekor ikan itu di tempat dimana mataku berada. Ebony berkata,"Dengan begini kamu terlihat lucu. Mata ikan ini seolah matamu." Aku mengangguk senang. Ebony memfotoku kemudian. Kata Ibu fotoku terlihat menggemaskan, Chad dan Brow pun berkata aku seperti kucing yang bisa melihat. Aku senang. Aku terlihat seperti kucing normal meski hanya di selembar foto. Kau bisa lihat fotoku di bawah ini ? Aku menempelnya agar semua orang tahu, Dey punya mata yang ia pinjam dari dua ekor ikan.
Terima kasih sudah mendengar monolog Dey!

Di temukan di pinterest


#FotoBercerita

Berniat Kabur #FotoBercerita

Maret 07, 2015

the photo from TheBigPicture
#FotoBercerita adalah salah satu cara saya belajar menulis, saya akan mengeluarkan apa yang saya pikirkan ketika melihat sebuah foto. Selamat menikmati! Saya terbuka untuk kritik dan saran :)



      Seperti yang kutonton di sebuah acara tv, seorang gadis akan pergi dari rumah ketika dimarahi oleh orangtuanya. Maka ketika Mom memarahiku karena menggunakan lipstik dan perona pipinya, aku berlari ke kamar dan menurunkan koper-koperku dari lemari.  Aku memasukkan semua pakaianku ke koper merah yang paling besar, koper merah yang lebih kecil kuisi dengan boneka dan segala macam mainan yang aku punya, beberapa kotak susu dan biskuit dari lemari penyimpanan Mom pun kujejalkan ke koper. Dan koper hitam dengan motif bunga keemasan berisikan buku dan bedak yang kucuri dari lemari Mom. Serta beberapa majalah Elle yang Mom miliki.
      Aku mematut diriku di cermin. Cantik. Aku tersenyum menatap pantulan diriku dengan dress berwarna hijau mint dan sepatu berhak tinggi warna merah milik Audrey, kakak perempuanku yang sekarang melanjutkan sekolahnya di asrama. 
       Tanpa sepengetahuan Mom, aku menggeret satu persatu koperku ke halaman belakang. Sesuai acara tv yang kutonton, seorang pemuda tampan akan datang dan membawaku pergi dengan kereta kudanya. Maka kududuki koper-koperku sambil membuka Elle terbaru, foto-foto model dengan rancangan Armani untuk Spring/Summer memenuhi halaman-halaman awal. Dahiku berkerut memandangi harga-harga sundress yang tak masuk akal. Aku bisa membeli rumah barbie dan setumpuk komik dengan uang seharga sundress kuning dengan bunga-bunga kecil berwarna putih ini misalnya.
      Matahari mulai turun, rona-rona jingga mulai mewarnai langit yang semula biru. Aku makin gelisah, mengapa pemuda tampan dengan kereta kuda belum juga datang ? Dari dalam suara Elmo terdengar, rasanya aku ingin loncat dan duduk di depan tv sambil menegak susu hangat.
     "Isaura, kau tak ingin nonton Sesame Street ?" suara Mom terdengar. Aku menoleh dan mendapati Mom berdiri di depan pintu dengan segelas susu. Dan aku berlari ke dalam, duduk di sofa sambil memegang gelas susu.
     "Kau mau kabur, hah?" ujar Mom sambil membawa masuk koper-koperku. 
     "Rencananya, tapi tidak ada pangeran yang datang."
     "Pangeran?"
    "Film yang Audrey bawa kemarin begitu. Jemima dimarahi oleh Ibunya, ia menunggu Jack di depan rumah dan Jack datang dengan kereta kuda," jelasku.
     "Itu hanya film, sayang. Jangan lakukan lagi ya! Dan kau belum cukup umur untuk memakai make up dan sepatu setinggi ini," ujar Mom sebelum mengecup pipiku dan membawa sepatu Audrey ke kamar.

Baiklah, aku selalu saja salah.

 

#FotoBercerita

Hujan Makin Deras, Aku Berhenti Menunggumu #FotoBercerita

Maret 05, 2015

the picutre from Pinterest ( disini )    



#FotoBercerita adalah salah satu cara saya belajar menulis, saya akan mengeluarkan apa yang saya pikirkan ketika melihat sebuah foto. Selamat menikmati! Saya terbuka untuk kritik dan saran :)

Gelas kopi keduaku telah tandas dan hujan makin deras. Ini kedua puluh tujuh kalinya kamu tidak datang di pertemuan yang kita janjikan. Aku tidak mengerti mengapa kamu masih terus meminta bertemu kalau pada akhirnya kamu hanya membiarkanku sendiri meratapi derasnya hujan seperti ini. Dan aku tidak mengerti mengapa aku mau-mau saja datang ke kedai kopi ini, duduk dekat jendela, dan terus melihat jalanan berharap kamu segera datang. Kamu memberi harapan untuk datang lalu mematahkannya tanpa kabar berita. Kemudian kamu akan meminta maaf dengan segudang alasan dan parahnya aku memaafkan dan berkata iya saat kamu mengajakku bertemu.
Hujan makin deras dan aku muak dengan sepasang kekasih yang duduk di depanku. Mereka bercumbu mesra di hadapanku yang nyaris gila menunggumu. Baiklah, aku mengaku aku rindu padamu. Aku rindu menarik kepang rambutmu atau mengomentari gaun yang kamu pakai saat kita bertemu. Kamu benci aku mengolokmu jika kamu pakai gaun warna ungu, kan? Aku masih ingat itu.

Waktu berjalan dan aku makin tak sabar. Kuputuskan untuk pulang, sudah tiga jam aku menunggu. Dan pasangan kekasih di depanku semakin menjijikkan. Perutku mual, mereka sungguh tak tahu sopan! Mungkin mereka perlu kulempari buku "Tata Krama Berpacaran di Tempat Umum" . Aku membayar bill dan berjalan keluar. Kukembangkan payung hitam dan menerobos hujan yang tetap setia mengguyur kota kita. Aku berjalan dengan pikiran melanglang buana.
Aku teringat ucapan psikolog yang kutemui tadi. Ia memintaku untuk perlahan melupakanmu atau menyibukkan diri . Ia berkata untuk tidak mengunjungi kedai kopi itu lagi, dan mengabaikan bisikanmu yang mengajakku bertemu. Maka yang tadi adalah yang terakhir, sayang. Maafkan aku jika esok-esok aku tak lagi datang. Bahwa aku harus sadar, kamu, kekasihku, telah berpulang 38 hari yang lalu.

Hujan masih deras dan selamat tinggal, sayang.


5/3/2015
#MonthlyChallenges #FotoBercerita

#MonthlyChallenges

March Challenges

Maret 02, 2015

Setelah Desember saya gagal menulis puisi tiap hari, dan saya tidak bisa menyalahkan kuliah yang begitu menyibukkan kala itu. Saya berniat membuat Challenges untuk Maret. Dan dalam kasus ini tidak ada reward and punishment.

  •  Membuat tulisan dari foto ( foto bercerita), minimal 5
  •  Jalan kaki kalau kuliah pagi ( jalan pintas kampus sudah dibuka kembali) 
Baiklah, semoga berhasil. Dimulai dari hari ini sampai 31 Maret. Semoga berhasil!

#MonthlyChallenges

Mei's Challenges

Mei 04, 2014

Mei's Challenges (MC) kali ini saya tidak mau banyak-banyak. Kemarin saya sudah membuat challenges terlalu banyak. MC kali ini adalah

- Tidak membuka twitter pribadi. Ya, jadi mulai tanggal 1 kemarin saya menutup akun @ossyfirstan sampai 31 Mei 2014.
- Draft tulisan saya selesai.
- Makan mie hanya seminggu sekali


Ya, 3 saja. Tapi poin ke-2 adalah yang tersulit. Doakan saya tidak gagal lagi *)

#AnakKost

April's Challenges yang gagal vs demam berujung radang tenggorokan

Mei 04, 2014

Sudah Mei. Bagaimana April's Challenges saya?

Baiklah, saya pikir saya bisa menuntaskannya. Saya yakin itu, setidaknya sampai tanggal 26 April ketika saya masih sehat-sehat saja. 
Berdasarkan perkiraan saya sampai tanggal 26, hal yang berpotensi saya langgar adalah bahwa saya baru berpuasa satu kali ( rencana di AC 3 kali). Saya tidak bisa berpuasa di tanggal 20an karena biasalah perempuan. Dan Selasa sebelum pemilu itu saya masih menghidupkan lampu sampai malam karena menempeli dinding dengan majalah, jadi saya sudah melanggar 2.

Review buku atau film yang saya tonton, saya pikir saya bisa mengerjakannya. Sudah 2 review yang saya posting di blog. Kebetulan Opioci habis update novel dan saya saat itu merasa bisa mereview yang lainnya. Dan menulis short story, saya sudah menulis setidaknya 2 sudah jadi dan 1 masih setengah. Semua berjalan lancar,saya patuh dengan itu semua. 

Tapi, Sabtu setelah pulang dari observasi mendadak saya demam. Saya tidur dan berharap baik-baik saja saat bangun. Tapi tidak,badan saya masih panas ketika itu. Saya terpaksa minum obat. Dan tentu saja minum susu. Sabtu-Minggu saya demam. Bergulat di tempat tidur dan tidak memikirkan tugas yang untungnya deadlinenya tidak minggu kemarin. Senin-Rabu-nya saya masih lemas,agak demam dan ternyata saya sakit tenggorokan. Praktis saya tidak memikirkan review novel - meski saya membaca 6-8 novel seminggu yang lalu- dan saya tidak menulis cerita pendek apapun.
 Saya melanggar Sabtu tanpa susu demi badan saya, dan tidak peduli dengan kamar rapi di hari Minggu karena demam itu sudah menyiksa.dan dari tanggal 26 - sekarang saya baru sekali ngopi,demi tenggorokan!


Jadi apa yang berhasil dan tidak saya langgar?

-Saya berhasil makan mie hanya di tanggal kelipatan 9 
-Saya berhasil berbagi di tanggal 2
-Saya berhasil tidak meminum kopi di hari Senin 
-Saya berhasil tidak makan gorengan hari Rabu. (saya makan telur rebus tiap Rabu)
- Kamis saya berhasil tidak membuka sosial media kecuali membuka akun Opioci
-Jumat saya bisa konsisten menulis racauan di blog


Lalu apa yang tidak berhasil saya lakukan?
- Saya hanya berpuasa 1 kali di bulan April
-Saya menghidupkan lampu di hari Selasa tanggal 8 karena saya menempeli kamar dengan majalah
-Saya minum susu di Sabtu terakhir di bulan April
-Saya hanya menulis 2 review
-Saya hanya menulis 3 cerita dari 4 yang dijadwalkan.



Baiklah, berarti saya tidak mendapatkan reward yang saya janjikan. Tidak masalah. Mengerjakan AC saja sudah menyenangkan *). Dan kadang,sedemikian rupa rencana itu kita buat, ada Tuhan yang bisa dengan mudah merubah rencana kita


#MonthlyChallenges

April's Challenges (2014)

Maret 29, 2014




Baik, saya memiliki ide untuk memberi tantangan untuk diri saya. Sedikit mengeluarkan diri dari zona aman,nyaman dan tentram . Agar saya lebih disiplin dan bisa menaati peraturan yang saya buat sendiri. Well, menaati peraturan diri sendiri untuk hal-hal kecil saya rasa adalah hal yang cukup sulit.

Mengacu pada teori modifikasi perilaku semester lalu, maka saya akan memberi reward untuk diri saya sendiri. Tidak banyak tapi tidak sedikit juga. Bulan ini, saya boleh menarik 50.000 di ATM saya untuk membeli apa yang saya inginkan, bukan saya butuhkan. Diluar Rancangan Anggaran Biaya Bulanan. Misalnya, membeli kain. Saya bingung dengan punishment apa yang akan saya beri, tapi tidak mendapat 50.000 itu saya anggap sebuah hukuman atau penarikan penguatan. 

Maka, April's Challenges adalah tantangan dari saya untuk saya oleh saya.  Jika saya sukses melakukan 9 dari 12 , maka saya mendapat reward itu. 





1st.                  makan mie hanya di tanggal kelipatan 9 ( 9,18,27)
2nd.                Tanggal 2 untuk berbagi
3rd.                Puasa minimal 3 kali
4th.                Senin tanpa kopi
5th.                 Selasa hanya hidupkan lampu 19.00-21.00
6th.                 Rabu tanpa gorengan
7th.                 Kamis tanpa sosial media
8th.                 Jumat blog bicara
9th.                 Sabtu tanpa susu
10th.            Minggu kamar bersih rapi
11th.             1 month 4 book reviews
12th.             1 week 1 short story


Popular Posts

My Instagram