#JustWrite

Tidak penting.

September 14, 2015

Ini kesalahan. Kesalahan sebab seharusnya saya mengerjakan tugas namun malah membuka blog. Mungkin karena pikiran saya sudah terlalu sesak. Proposal skripsi, nama dosbing yang mencengangkan, menulis halus rpp, membuat rencana rpp selanjutnya, media, setelah lulus mau kemana dan serangkaian pikiran tidak penting lainnya.
Sebentar, tadi buka blog mau ngomong apa? Okeh, lupa. Yang jelas banyak yang ingin diracaukan. Terlalu banyak sampai kebingungan.

#JustWrite

Mari Kita Ikhlaskan

September 13, 2015

Halo diriku. Masih masamkan wajahmu? Raut sekecut jeruk nipis beberapa detik setelah membaca sederet nama itu. Mau membusuk atau tetap masam, dua nama itu tidak akan berubah. Pun jika kamu berhasil mengeluarkan cairan dari matamu yang nyatanya sulit mengingat batunya dirimu.

Kamu sudah tahu, sebaiknya tidak berharap pada hal yang satu itu. Tapi tidak salah kamu sedikit berharap. Tapi ketika keputusan itu ada,mungkin itu jawaban atas doamu. Agar mendapat yang terbaik dalam membimbingmu. Mari berpikir bahwa menurut Tuhan yang terbaik adalah mereka, dan masalah doa, kamu pun tak pernah sebut nama siapa.

Hidupmu baru dimulai. Hidup yang kamu bilang mulai kejam dan jahat ketika semua mulai tak memihak padamu. Jika hidup adalah perjalanan di hutan, ucapkan selamat datang pada belantara yang mulai memasuki intinya.

Maka percayalah kamu akan menang dan tertawa lebar. Maka yakinlah semuanya akan berjalan lancar dengan hambatan tidak terlalu berarti. Bisa jadi kamu menang lebih cepat dari yang kamu pikirkan. Mari berusaha, diriku. Banyaklah berdoa pula. Sebab cuma Dia yang bisa mengatur segalanya. Kamu sudah tahu banyak demons yang berteriak di kepalamu,kenapa tidak kamu bunuh dan acuhkan mereka?

Mari kita berjuang, diriku. Aku tahu itu. Dengungkan pantang pulang sebelum menang, menang di pendadaran.

Tuhan ingin kamu mengikhlaskan sederet nama itu.Bisa jadi mereka memudahkanmu lebih dari yang kamu bayangkan. Semoga begitu.

#JustWrite

Saya enggan memilih

September 11, 2015

Saya tidak pernah tahu mengapa pilihan itu ada, mengapa saya harus memilih dan berakhir pada sesuatu yang menyebalkan, mendapat apa yang tak saya inginkan. Sejak dulu saya membenci memilih. Sejak dulu saya enggan memilih. Dan sejak entah kapan saya tak mendapat apa yang saya pilih. Untuk apa saya memilih? Untuk apa kalau pada akhirnya pilihan yang menentukan saya,bukan saya yang menentukan pilihan.
Saya tahu ini hanya masalah kecil dari masalah besar seperti 'memang saya pernah memilih untuk hidup dan ada didunia ?'.
Saya sudah tidak tahu lagi. Saya sudah malas memilih. Enggan.
Saya tidak tahu mengapa harus memilih meski pada akhirnya dipilihkan juga. Pun enggan bertanya. Sama halnya saya yang sudah bosan mempertanyakan mengapa saya harus ada. Bukan sebuah tanya yang berarti tidak bersyukur, saya hanya penasaran dan ingin memilih tidak pernah ada saja. Biarlah mama papa saya mendapatkan anak yang lebih baik dari saya. Anak yang tidak pernah mempertanyakan keberadaannya, tujuan hidupnya dan ingin menghilang saya. Saya tidak akan bunuh diri, itu hanya memperkeruh kehidupan selanjutnya.Saya tidak tahu, saya sudah tidak tahu lagi. 
Saya tidak mau membenci Tuhan, saya tahu Tuhan sayang sama saya. Tapi apakah Tuhan merasa saya sayangi?Saya tidak tahu.
Selamat malam Tuhan, Terima kasih untuk semua yang saya dapat, yang saya tidak pernah inginkan. Saya harap Tuhan melancarkan jalan saya ke depan tanpa hambatan berarti.

#JustWrite

Something wrong

September 09, 2015

I just feel something wrong.
Maybe because the period
But i dont think so.

So the true life begin. And i hate it
I know, i always worry about it. About the real life and become a young adult
I know that its wrong, hate to face the truth is bad for me.

I never know what i want now. I know but some questions always ringing on my brain. is it right for me?

Now, or maybe sometime, i hate to choose everything. Or just hope it. I hate feel broke when i didnt have it.
What can i do? What should i do? And what life is for?
I hate this situation. I dont know. I dont know. Dunno dunno dunno.

#JustWrite

Ini baru dimulai tapi percayalah ini akan berakhir

September 06, 2015


Saya menulis ini di sela-sela mencari gambar-gambar untuk media pembelajaran.PPL baru saja dimulai minggu lalu dan minggu depan latihan mengajar terbimbing dimulai.
Ini baru dimulai, Ci. Ketika KKN usai bukan berarti semuanya selesai. Sebab PPL pun saat itu melambai dan kini mewarnai hidupku sampai tiga bulan ke depan. Jadilah manusia yang kuat Ci! Sesaplah semua pengalaman yang akan kamu terima nanti. Keruk sebanyak-banyaknya ilmu. Berdoalah kamu segera menemukan judul dan masalah untuk bahan skripsi. Semoga pembimbingmu nanti baik hati, pembimbingmu yang menuntunmu untuk cepat, tepat dan semangat merampungkan tugas akhir.
PPL pada akhirnya akan berakhir Ci, seperti KKN yang kamu takuti dan tidak kamu sukai. Hanya ini mungkin lebih lama, lebih menguras otak, tenaga, biaya dan waktu tentu saja. Semoga kamu bisa membagi waktu dengan baik,Ci.

Ci, ini baru mula, semoga akhir kuliahmu bahagia. Pantang pulang sebelum pendadaran ya, Ci. Mau cepat pulang kan? Ingat Ci, perjuangan masih panjang kuatkan semuanya. Kamu bisa selama kamu masih ada.


Untukku yang baru memulai PPL dan disapa tugas akhir.

Popular Posts

My Instagram