pada merah yang membara dalam bertangkai-tangkai kelopakpada merah yang tersimpan candu-candu yang meliar dan menggebu-gebupada merah yang menyirat rindu-dendam yang tak berkesudahansudahkah bara memadam? dan duka berakhir tak terelakkan
Kau tidak perlu membunuh dirimu sendiri. Sia-sialah kau yang bunuh diri. Sebab kehidupan sesungguhnya tidak akan berhenti. Kita hanya akan pindah, dan terus begitu sampai entah.
Bertanya saja terus, memang siapa yang mau menjawab?
Menyangkal saja terus, memang siapa yang mau mengubah?
BASI!
Kau dan dunia sudah tidak lagi satu, hanya sama-sama saling tahu. Kau hanya meminta waktu sejenak, tidak lagi membentang jarak.Tidak ada lagi tua, sudah... sudah, sudah, semua hanya akan sia-sia.
Kau tidak akan bisa lari, kau tidak akan bisa hilang ditelan bumi, meski kau berlari sampai Pluto dan bersembunyi.
Semua akan dimulai semua akan diakhiri, tapi kau percaya sesungguhnya tidak ada kematian dalam keabadian yang semu itu. Entah, kau terima atau tidak, hidup akan terus bergerak. Bersiaplah menatap api, kalau-kalau saja tertolak dedaunan dan rerumputan hijau, kelak.
29.9.2016
untuk kau- perempuan yang menulis ini dalam diam.







