#JustWrite

Dunia.

Oktober 19, 2016

Dunia,  sesungguhnya aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kita adalah satu yang terpisah sebab kehidupan. Aku darimu, dan akan kembali padamu. Kau bukan Tuhan, tapi tempat yang dicipta Tuhan. Semakin hari kita semakin dekat sebenarnya. Aku tidak kunjung mengerti kehidupan tapi kepastian tentang penyatuan kita yang makin dekat, ketika jasadku nanti menyatu dengan tanahmu. Ketika kita melebur menjadi satu dan dunia... hal manis apa lagi selain itu? Jika aku dari tanah dan akan kembali ke tanah, padamu.
Dunia, kenapa aku harus hidup? Ketika hidup memisahkanku dan dirimu, ketika aku dicipta untuk berkuasa atasmu, lalu sering ingkar. Dunia. hari mulai pagi, aku baru saja bangun untuk memulai segala yang harus dikerjakan sebagai manusia, ketika aku sering berpikir, kenapa aku tidak jadi tanah terus saja


#JustWrite

jangan mendekat

Oktober 18, 2016

Jangan mendekat, aku setan yang buatmu tersesat
Jangan merapat, jika  kau tak cmau sekarat
Pergi, lari, atau kuikat dengan simpul mati

17.10.2016


#JustWrite

Pada Merah

Oktober 07, 2016

pada merah yang membara dalam bertangkai-tangkai kelopak
pada merah yang tersimpan candu-candu yang meliar dan menggebu-gebu
pada merah yang menyirat rindu-dendam yang tak berkesudahan
sudahkah bara memadam? dan duka berakhir tak terelakkan


6.10.16



#JustWrite

Tidak Perlu Bunuh Diri

September 29, 2016

Kau tidak perlu membunuh dirimu sendiri. Sia-sialah kau yang bunuh diri. Sebab kehidupan sesungguhnya tidak akan berhenti. Kita hanya akan pindah, dan terus begitu sampai entah. 
Bertanya saja terus, memang siapa yang mau menjawab? 
Menyangkal saja terus, memang siapa yang mau mengubah? 
BASI!
Kau dan dunia sudah tidak lagi satu, hanya sama-sama saling tahu. Kau hanya meminta waktu sejenak, tidak lagi membentang jarak.Tidak ada lagi tua, sudah... sudah, sudah, semua hanya akan sia-sia.
Kau tidak akan bisa lari, kau tidak akan bisa hilang ditelan bumi, meski kau berlari sampai Pluto dan bersembunyi. 
Semua akan dimulai semua akan diakhiri, tapi kau percaya sesungguhnya tidak ada kematian dalam keabadian yang semu itu. Entah, kau terima atau tidak, hidup akan terus bergerak. Bersiaplah menatap api, kalau-kalau saja tertolak dedaunan dan rerumputan hijau, kelak.

29.9.2016

untuk kau- perempuan yang menulis ini dalam diam.

#JustWrite

Hitam Jelaga (puisi)

September 29, 2016

ada jelaga yang menghitam dan memekat setiap malam
yang terpintal tanpa sengaja menjadi benang-benang halus yang mengikat begitu kuat
 terjerat pekatnya yang menoda setiap celah menuju segala yang fana
dan yang tertinggal berakhir tanpa guna, sia-sia menghantam,  terjengkang
sedang rupa sudah basi,  berdiri, enggan duduk lagi
masih ada lari dan segala tari yang menanti untuk diakhiri
sudahkah siap? sedang pada pekat, menjerit sebab sesak
di balik selimut kalut, di balik tanah, entah

(Surakarta, 29.9.2016)

Popular Posts

My Instagram