#JustWrite

Susi #ShortStory

Oktober 31, 2014


SUSI. Sebaris nama itu sedang marak akhir-akhir ini, tidak ada tempat yang tidak membicarakan sebaris nama itu, begitu pula dengan warung Bu Barijah. Warung nyaris roboh di selatan rumah Paijo, lelaki hitam menjelang empat puluh berambut keriting. Ada kisah tersendiri antara Paijo dan Susi. Tentu bukan Susi sang menteri, Susi lain, Susinya.
Lima tahun silam, kala Paijo memutuskan untuk menjadikan dirinya buta,tuli,bisu tiap nama Susi terdengar atau terlihat.

puisi

Ada

Oktober 30, 2014

Ada dendam
Kutandaskan
Ada rindu
Kutuntaskan
Ada ragu
Kujernihkan
Ada benci
Kuluruhkan
 Ada debu
Aku hilang

30/10/2014 ; 22;12

#JustWrite

tertawa

Oktober 30, 2014

Sebuah tweet dari sebuah akun menggelitik saya untuk berkomentar. Atau sebenarnya memancing saya untuk menelisik diri lebih dalam. 

"90% orang akan pura-pura tertawa jika mereka tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan lawan bicaranya."

Setelah membacanya, dahi saya berkerut. Lalu pertanyaan muncul, apa iya? Dan diri saya menjawab tidak. 
Saya tidak bisa berpura-pura tertawa. Bagi saya, tawa adalah sesuatu yang refleks. Ketika saya melihat, mendengar atau menemukan hal yang lucu, saya akan tertawa. Benar-benar tertawa. Jika tidak, saya akan diam. Atau sekadar tersenyum kecil. Saya tidak tahu bagaimana caranya tertawa pura-pura. Ketika kamu tidak ingin tersenyum tapi dituntut tersenyum, bisa saja. Tapi tertawa, seperti perlu stimulus untuk benar-benar bisa.

90% orang akan tertawa jika mereka tidak mengerti apa yang dibicarakan lawan bicaranya. Mungkin saya 10 %-nya. Ketika tidak mengerti, saya akan memasang wajah bingung, dahi mengerut, atau sekadar diam, mencerna atau bertanya,"kamu ngomong apa sih?".  
Ya, sudah 

#Meracau

Hanya Racauan Kamis Malam

Oktober 30, 2014

Sudah malam, dan besok UK pengukuran psikologi. Hari ini melelahkan sebab Rabu kemarin tidur dini hari dan UK PPI yang menguras energi, belum lagi saya merasa tidak maksimal mengerjakannya dan sempat salah menjawab akibat tidak teliti. Mungkin saya memang ada sedikit distrakbilitas.

Magrib sudah lewat ketika saya terbangun dari tidur sore pukul 4 tadi. Badan saya lelah, seperti rindu pada kasur, ada tidur yang harus dibayar tuntas. Saya lapar dan saya makan. Sekarang saya sedang bermain-main, minum kopi,mengunduh lagu-lagu di youtube, dan kegiatan menyenangkan bagi saya. Sebab saya merasa belum siap untuk belajar, seperti perlu pemanasan. Saya ingin menulis sebuah cerita, tapi otak saya tidak mau.

Saya suka buku psikologi abrnormal, saya ingin memilikinya. Mungkin saya perlu menabung, saya pun ingin membeli baterai AA yang bisa di re-charge untuk kamera merah saya. Kemarin saya membeli kamera second di hari saya kehilangan kamera setahun yang lalu, jingga warnanya. Lumayan, meski ada sedikit gangguan, ada suara seperti nyamuk tiap lensanya fokus, tapi sebanding dengan harganya.

Oktober sudah diujung, November sebentar lagi. Seperti mahasiswa perantau lain gelisah dengan kata pulang, saya pun begitu. Bertanya kapan sebenarnya kuliah usai, sebab saya ingin membeli tiket kereta sebelum mahal, sebelum habis dan saya tenang.

Sudah ya.

#JustWrite

Waktu kecil dan saat ini

Oktober 28, 2014

Waktu kecil, gue anak yang cengeng. Sampai kadang nangis tapi nggak tahu penyebab.
Saat ini.? Gue menjadi orang yang kadang cuma sesak, kesal, tapi nggak bisa nangis. Seperti gue kesel sendiri lupa alamat email dan nggak bisa nangis.

Waktu kecil, gue mempertanyakan kenapa sih orang golput.
Saat ini? Saat ini gue mempertanyakan kenapa waktu kecil gue berpikiran begitu sebab gue masuk ke dalam orang yg gue pertanyakan itu.

Waktu kecil, gue bahagia tiap usia gue bertambah.
Saat ini, gue nggak suka ulangtahun, dan angka yang terus bertambah itu.

Waktu kecil, gue pikir kuliah itu masih lama.
Tapi saat ini, gue merasa waktu kok cepat banget ya, gue udah semester 5.

Waktu kecil, gue suka nyoba-nyoba kacamata mama.
Saat ini, gue pakai kacamata dan gue sedih dengan itu.

Waktu kecil, gue pernah loncat dari jendela kelas 1 yang tingginya mungkin 1,5 m setelah diejek bentuk kaki gue yang aneh.
Saat ini gue bersyukur. Setidaknya gue punya KAKI DUA.

Waktu kecil, gue pengin jadi Polwan.
Saat ini, gue melupakannya, setidaknya sejak mata gue merabun, tinggi gue 157-an, dan kaki yang buruk, 

Waktu kecil, gue berteriak TIDAK tiap ada yang bilang ,"Ossy mau jadi guru kayak mama ya?"
Saat ini, gue mendamparkan diri di Fakultas Calon Guru, jurusan GURU ABK. ????

Waktu kecil, gue memplokamirkan "Silakan ambil Adik saya kalau kamu mau," ke orang-orang yang ngeledekin."Ossy, adeknya untuk tante,ya!"
Saat ini, "They my brothers. Mine," i said.

Waktu kecil gue suka matematika.
Saat ini, "Itu pelajaran apa sih?"


Sudah cukup.







Popular Posts

My Instagram