#Meracau

Dear Odrei

April 08, 2015

8 April 2015

Dear Odrei*.

Hi!
 Oh, aku bingung harus mengatakan apa. Aku membuat kamu lahir di tanggal ini sebab dari awal aku ingin kamu melakukan aksimu di hari pemilu, 9 April. Aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun tapi sebaiknya tidak usah sebab pada dasarnya kita sama. Kita tidak suka ulang tahun jadi kita lupakan itu.
Ode, aku selalu berharap suatu hari (yang kuharap tidak lama dari sekarang ) orang-orang bisa membaca kisahmu. Bisa membaca pikiranmu yang lebih kaku dari aku. Aku sudah mengantarkanmu ke bagian dari mimpi-mimpimu dan aku harap kamu adalah awal dan bermulanya mimpiku terwujud. Apa aku terlalu pemimpi dan berharap Ode? Aku tahu bahwa tulisanku mungkin sangat jauh dari sempurna tapi aku selalu berharap kamu ada di toko buku. Kamu dan teman-temanmu yang akan kutulis. Kamu punya teman, namanya Langit dan Bumi. Mereka belum nyata Akan kuceritakan padamu lebih jauh tentang mereka nanti.Aku sering iri pada mereka yang berhasil menerbitkan bukunya, Ode. Aku selalu bermimpi aku punya buku dengan namaku sebagai penulisnya selain nanti aku menulis skripsi. Dan sebab kamu yang pertama kuselesaikan dan kukerjakan sebab aku senang berteman denganmu, aku harap mimpiku itu jadi kenyataan sebelum aku mati.
Aku bingung. Aku rindu menulismu, tapi ada temanmu yang lain yang bertanya bagaimana kisahnya berjalan. Sudah malam. Aku perlu tidur.

Selamat datang di usia baru Odrei. Semoga mereka membawa kabar gembira tentangmu.

Salam manis,


Ossyfirstan
Temanmu yang membuatmu jadi kaku.


*Odrei adalah tokoh fiksi yang saya tulis.

#JustWrite

jika maka

April 07, 2015

Jika kamu tak tahu untuk apa hidup
maka hiduplah untuk mereka yang membuatmu ada di dunia.
maka hiduplah untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai
maka hiduplah dengan meninggalkan hal yang kamu tidak suka
maka hiduplah untuk mengejar apa yang kamu ingin
maka hiduplah dengan berbakti pada Dia yang menciptamu
maka hiduplah untuk orang yang membutuhkanmu
maka hiduplah dengan belajar sebanyak mungkin tentang hal yang menarik bagimu
maka hiduplah dengan percaya Tuhan selalu baik
maka hiduplah dengan perlahan membuang segala cemasmu
maka hiduplah dengan perlahan membuang takut dan menjadi gagah berani
maka hiduplah seperti itu mulai sekarang
maka lupakan atau tinggalkan pertanyaan yang belum terjawab itu
maka ingat ini setiap kamu merasa hatimu kacau seperti kehilangan balon hijau


7 April 2014
Sebuah catatan dari dan untuk diri sendiri, untuk diingat dan mulai ditanamkan di otak

Hopeless Opus lyric (Imagine Dragons)

April 07, 2015




Hey Mr. cage man let me get a fresh breath
Cherry bomb head strong I could fake my own death
Hey Mr. fate man shuffle me a ninth life
I’ve been wrong, go long
throwing me a sharp right
It’s not a picture perfect life
Not what I had in mind
Let me write my own line

lirik

Trouble lyric (Imagine Dragons)

April 06, 2015



Oh quiet down, I've had enough
I guess it’s now or never
Iv been around, I've settled up
I’ll bolt soon or later

[Pre-Chorus:]

#JustWrite

Sekolah mungkin tidak penting, tapi belajar sangat penting

April 06, 2015

Saya sedang tertarik dengan pentingnya sekolah (dalam hal ini sekolah umum). Saya sedang tertarik dengan homeschooling dan berpikir bagaimana kalau dulu saya tidak sekolah. Saya tidak suka sekolah sebenarnya, saya dulu sempat merasa sedih meninggalkan TK ketika anak lain memaksa ingin SD.

Saya sudah kuliah sekarang. Lalu saya bertanya pada saya sendiri. Apa ilmu yang sudah saya pelajari 12 tahun ( kuliah tidak saya hitung disini) berguna semuanya? Apa saya tahu banyak tentang belasan pelajaran itu?  Terlalu banyak yang kita pelajari sejak SD sampai SMA hingga saya merasa kita tidak pernah benar-benar fokus pada suatu hal. Jika ADHD memikirkan banyak hal dalam satu waktu berpindah dari satu hal ke hal lain dengan cepat, saya merasa bahwa kita belajar banyak hal dalam satu hari dengan pergantian yang cepat. Saya masih ingat betapa beratnya beban yang saya bawa waktu SMP dan SMA. Beban disini benar-benar berarti beban. Buku-buku yang saya bawa yang tentu membebani pundak saya. Terlebih kelas 10 dengan semua pelajaran IPA dan IPS ada semua.

Kadang saya berpikir untuk apa sebenarnya mempelajari semua itu. Kadang saya berpikir penjurusan dimulai sejak SMP saja dengan jurusan yang lebih beragam. IPA dipecah lagi, seperti dulu. Kadang saya berpikir SD, saat usia dini berisi pelajaran budi pekerti dan sopan santun, dan activity daily living. Oke, ini mungkin karena habis ngerjain pr ADL saya jadi menyinggung ADL.Tapi kedua hal itu penting, sebab kemandirian adalah cara bertahan hidup dan budi pekerti yang baik akan menghasilkan manusia yang tidak hanya cerdas. Oh ya, anak SD harus sudah tahu mengapa ia hidup dan apa mimpinya. Jangan hidup dan berjalan saja tanpa tujuan seperti saya kecil. Berbahaya sekali.

Kadang saya berpikir bagaimana jika dulu saya home schooling. Bukan sok kaya atau mau mengasingkan diri. Tapi saya berpikir ketika saya home schooling, mama saya bersama entah siapa bisa menyusun program untuk saya. Saya hanya belajar yang saya suka, belajar yang tidak saya suka hanya dasarnya saja. Dan saya pikir pembelajaran bisa lebih luas pada ranah yang saya suka. Saya berpikir bahwa banyak tahu akan beberapa hal secara mendalam mungkin lebih baik daripada tahu banyak hal namun hanya kulitnya. Dan belajar namun tidak suka itu seperti tidak dapat apa-apa. Saya lebih hapal pelajaran SMP mungkin daripada SMA, sebab banyak hal di pelajaran SMA yang saya tidak saya. Satu hal buruk tentang saya yang saya akui adalah kadang saya sering mengabaikan apa yang tidak saya suka. Meski pada akhirnya saya mengerjakan tugas yang tidak saya suka,tapi kadang itu hanya sebatas saya menuntaskan kewajiban.
Maaf, saya bukan orang yang sistematis, tulisan ini ke mana-mana mungkin.
Kadang saya pikir sekolah tidak terlalu penting. Lalu bagian diri saya membantahnya. Lalu di otak saya timbulah peperangan antara penting dan tidak pentingnya sekolah. 
Lalu saya diam. Mau sekolah umum atau home schooling tujuannya sama belajar. Yang berbeda adalah cara, sistem, langkah dan lainnya. 
Akhirnya saya menyimpulkan, bahwa sekolah mungkin tidak penting, tapi belajar sangat penting. Dan salah satu tempat belajar adalah sekolah. Meski pasar, jalan raya, dapur, rumah ibadah,bisa jadi tempat belajar lain. So, teruslah belajar meski ada masanya berhenti sekolah formal.

Popular Posts

My Instagram